Showing posts with label ibu hamil. Show all posts
Showing posts with label ibu hamil. Show all posts

Tuesday, January 9, 2018

Bukti Persiapan Persalinan : Apa Yang Harus Anda Lakukan?

persiapan persalinan
Mempersiapkan persalinan merupakan momen yang membahagiakan tak hanya bagi calon ibu tetapi juga bagi calon ayah. Meski demikian, tak jarang juga calon orang tua diliputi cemas yang berlebih mengenai bagaimana proses persalinan kelak berlangsung. Hal ini normal, namun tak boleh Anda biarkan begitu saja sebab bisa memperberat beban Anda saat melahirkan kelak. Karenanya, penting untuk memulai persiapan persalinan baik itu dari segi mental dan juga fisik. Apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut uraiannya.

Peristiwa kelahiran bayi dari rahim sang ibu bukanlah berlangsung dengan sendirinya melaikan membutuhkan usaha. Terkait usaha ini, banyak ibu yang belum memahaminya dengan benar. Karena itu, bimbingan tenaga medis adalah hal yang mutlak dilakukan. Selama konsultasi ke dokter kandungan, sang ibu biasanya telah dibekali dengan pengetahuan seputar proses persalinan agar ibu lebih siap dalam menghadapi momen tersebut.

Persiapan persalinan secara umum dibagi ke dalam beberapa kelompok. Yang pertama adalah persiapan persalinan secara bio/fisiologis. Semakin bertambahnya usia kehamilan, ibu diharapkan lebih ekstra hati-hati. Dalam masa ini ia akan semakin susah bergerak, mengalami gangguan air seni, bagian tubuh tertentu bengkak dan banyak lagi lainnya. Hal ini harus diantisipasi dengan rutin memeriksakan diri pada dokter. Sementara itu persiapan persainan secara fisiologis yakni dengan mengendalikan rasa cemas dan takut yang berlebihan akan proses persalinan tersebut. Ibu dianjurkan untuk mempelajari bagaimana sebenrnya proses persalina tersebut berjalan. Dengan mengetahui hal tersebut, ibu akan jauh lebih siap. Ibu juga diharapkan mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara berdoa. Doa merupakan obat penenang yang sangat ampuh. Selain itu, suami juga dituntut untuk selalu mendampingi sehingga ibu jadi lebih tentram.

Persiapan persalinan lainnya yakni dalam bidang sosial ekonomi budaya. Orang tua diharapkan bisa memmpersiapkan unsur seperti kodisi sosial tempat sang bayi kelak tumbuh, kondisi ekonomi yang menjamin kebutuhannya, kebudayaan yang akan memperkaya mentalnya, dan hal-hal lain yang terkait dalam lingkup ini.

Perisapan persalinan lainnya adalah dengan rutin memeriksakan kehamilan. Bagi ibu yang usia kehamilannya antara 1 sampai 6 bulan, disarankan memeriksakan diri sebanyak 1 bulan sekali. Sementara it bagi ibu yang usia kehamilannya mencapai 7 hingga 8 bulan disarankan memeriksakan diri sebanyak 2 minggu sekali. Dan bagi mereka dengan kehamilan 9 bulan hingga bersalin dianjurkan memeriksakan diri sekali dalam seminggu. Pemeriksaan rutin ini merupakan bagian persiapan persalinan yang mutlak dilakukan untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.

Bagi ibu yang usia kehamilannya telah tua, diharapkan memperhatikan hal-hal detil semacam posisi tidur. Sebaiknya posisi tidur ibu miring ke kiri atau ke kanan agar bayi tidak tergencet. Selain itu, asupan gizi menjelang persalinan juga harus diperhatikan lebih detil. Asupan vitamin juga mineral penting harus terpenuhi. Sebaiknya makan makanan dengan porsi kecil namun sering. Hindari memakai sepatu yang membuat berat badan ibu tertumpu hanya pada bagian ujung kaki sebab hal ini akan membuat Anda semakin pegal dan jika jatuh tentu akan membahayakan bayi Anda.

Jika tanda persalinan telah muncul yakni antara lain air lendir bercampur darah yang merupakan sumbatan mulut rahim pecah, air ketuban keluar, dan terjadi kontraksi secara teratur, maka ibu disarankan segera berangkat menuju rumah sakit atau puskesmas terdekat. Dalam hal ini persiapan persalinan yang tak boleh diabaikan adalah persediaan baju yang  nyaman bagi ibu. Kalau bisa, sebaiknya pilih pakaian yang menunjang kegiatan menyusui kelak. Selain itu, perlengkapan bayi juga tak boleh ketingalan. Bawalah popok, baju bayi minimal 3 item, selimut dan lain-lain.

Bukti Persiapan Persalinan : Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Varises merupakan pembengkakan pembuluh darah yang terjadi pada sekitar tubuh, dengan bagian kaki adalah bagian yang paling sering mengalaminya. Pada mereka yang biasa bekerja berat, varises umumnya sangat sering menyerang. Namun, bagi ibu hamil gejala ini juga dapat terjadi karena faktor kelelahan selama kehamilan trimester 3. Berikut ini akan kami dijelaskan informasi seputar varises pada ibu hamil beserta tips-tips untuk mencegah dan mengobatinya.

Varises pada Ibu Hamil 9 Bulan

Pada ibu hamil, varises umumnya muncul di area kaki sekitar belakang lutut dan di area kewanitaan. Varises pada ibu hamil dapat terjadi karena pengaruh hormon progesteron. Selain itu, pertumbuhan janin yang terus membesar hingga usia 9 bulan yang memberikan beban berat dan tekanan pada pembuluh darah di panggul juga menjadi faktor penting bagi munculnya varises pada ibu hamil.

Meski varises tidak mengganggu tumbuh kembang janin, ia tentu membuat kulit kaki menjadi tak indah lagi, selain itu jika ia timbul di area kewanitaan, persalinan normal juga akan menjadi lebih sulit dilalui. Untuk itu, tindakan-tindakan pencegahan dan pengobatan varises pada ibu hamil harus dilakukan agar dampak varises tidak terus meluas. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba!

varises pada ibu hamil

1. Konsumsi Makanan Sehat

Para ahli kedokteran dari Harvard University menemukan fakta bahwa buah berry seperti blueberry, blackberry, dan cherry ternyata bisa digunakan untuk membantu meringankan rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh varises. Jenis buah berry diketahui mengandung semacam pigmen yang bisa memperkuat dinding pembuluh darah.

Mengkonsumsi vitamin E, selain dapat mencegah stretchmark, juga dapat bermanfaat untuk meminimalkan risiko varises pada ibu hamil. Sedangkan mitos orang tua zaman dulu menyebut bahwa mengkonsumsi bawang putih saat kehamilan trimester 3 juga terbukti berhasil dalam menghambat masalah ini.

2. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Meminum kopi, teh, dan minuman bersoda bisa membuat varises terasa lebih menyakitkan. Untuk itu, memperbanyak minum air putih adalah satu-satunya pilihan terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah dan meringankan varises di tubuh Anda. Minumlah minimal sebanyak 8 gelas perhari untuk kaki yang bebas varises selama usia kehamilan 9 bulan.

3. Olahraga Teratur

Olahraga secara teratur selain akan dapat meminimalkan penumpukan lemak, juga bisa menjaga sirkulasi pembuluh darah Anda tetap baik selama kehamilan trimester 3. Untuk itu, melakukan olahraga ringan yang aman untuk kondisi perut Anda yang besar seperti berenang, berjalan jalan ringan, senam hamil, atau yoga mungkin bisa dilakukan di sela-sela istirahat Anda.

varises pada ibu hamil

4. Jangan Pakai Sepatu Hak Tinggi

Memasuki usia kehamilan trimester 2 atau saat ukuran perut sudah tampak mulai membesar, ibu hamil memang tidak dianjurkan untuk menggunakan sepatu hak tinggi. Selain bisa menyebabkan pegal-pegal dan terjatuh, penggunaan sepatu dengan hak yang tingginya lebih dari 5 cm bisa memicu timbulnya varises pada ibu hamil.

5. Jangan Pijat Varises

Memijat varises yang sudah muncul tidak akan membuat ia hilang. Justru keadaan akan semakin parah dan varises kian membesar. Untuk meminimalkan pembengkakan, merendam varises dengan air dingin yang dicampur cuka apel bisa menjadi solusi yang baik.

Nah, itulah beberapa tips tentang mencegah dan mengobati varises pada ibu hamil 9 bulan. Semoga dengan menjalankan tips ini, varises tak lagi muncul di tubuh Anda selepas persalinan.

Bukti Persiapan Persalinan : Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Pengaruh Jamu Tradisional Untuk Kesehatan Ibu Hamil
Banyak pertanyaan yang timbul di masayarakat kita mengenai pengaruh jamu tradisional untuk kesehatan ibu hamil. Hal ini disebabkan karena ada beberapa jamu yang terbukti aman dan efektif untuk ibu hamil, namun ada juga yang justru berbahaya.

Masyarakat Indonesia amat lekat dengan tradisi, termasuk tradisi minum jamu. Ini juga berlaku untuk ibu hamil. Ramuan cabe puyang (cabe jawa dicampur kunyit, misalnya, dipercaya dapat memperkuat rahim). Di pasaran pun, ada beberapa produk jamu yang dikhususkan untuk kehamilan, muda dan usai bersalin. Yang menjadi pertanyaan bagaimana keamanan jamu untuk ibu hamil dan menyusui?

Pengaruh jamu tradisional bagi kesehatan ibu hamil sayangnya hingga kini belum ada penelitian maupun pengujian secara teratogenik (efek pada janin). Jadi, belum ada bukti keamanan jamu untuk dikonsumsi ibu hamil.

Bila ada pertanyaan apakah ibu hamil dapat mengkonsumsi jamu, sejauh untuk pemakaian luar, tak masalah. Tapi tetap secara medis, jamu yang dikonsumsi secara oral/minum tidak dianjurkan. Ini terkait dengan dosis aman jamu yang belum ada patokannya, sementara di dunia medis, dosis merupakan hal yang sangat penting. Anggapan bahwa jamu tidak memiliki efek, juga bisa dibantah karena jamu juga memiliki kandungan bahan aktif di dalamnya. Dari sebuah penelitian, jamu cabe puyang sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil karena dapat mengurangi kontraksi saat ibu bersalin sehingga membuat janin sulit keluar. Konsumsi jamu tersebut pada trimester pertama bahkan dapat meningkatkan risiko keguguran. Jamu yang relatif aman untuk ibu hamil dan sudah ada penelitiannya hanyalah jahe.

Bagaimana dengan jamu usai bersalin? Bagi ibu menyusui yang ingin minum jamu tersebut, harap diketahui apapun makanan yang dikonsumsi ibu akan mempengaruhi ASI. Ini artinya si kecil pun secara tidak langsung akan mengkonsumsi jamu ini. Bagi ibu, jamu tersebut mungkin aman-aman saja, namun apakah aman pula bagi bayinya? Itu yang tidak diketahui.

Jadi, selama kondisi ibu sehat sebenarnya ibu tidak memerlukan jamu apapun. Kalaupun ada keinginan untuk mencoba, mohon selalu mengkonsultasikannya pada dokter.


Bahan Jamu Dalam Masakan


Bagaimana dengan penggunaan bahan jamu, seperti jahe, kencur, kunyit, temulawak, dalam masakan? Apakah bahan-bahan tersebut aman untuk ibu hamil? Dalam proses masak-memasak, bahan-bahan tersebut umumnya hanya digunakan sebagai bumbu dengan jumlah yang relatif tidak banyak. Suhu tinggi saat memasak pun akan membuat bahan aktifnya mengalami degradasi karena pemanasan. Bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya akan menjadi rusak sehingga yang ada tinggalah kandungan aromatiknya saja. Jadi bumbu-bumbu tersebut tidak masalah jika dikonsumsi oleh ibu hamil.


Daftar Nama Bahan Herbal Yang Dilarang


Ada beberapa bahan jamu yang berbahaya sesuai ketetapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

bahan jamu yang berbahaya untuk ibu hamil


Khasiat Jamu Tradisional Bagi Ibu Hamil


Khasiat Jamu Tradisional Bagi Ibu Hamil
  1. Mengecilkan Perut Usai Bersalin. Sehabis bersalin, ibu berniat menggunakan jamu yang dibalurkan ke perut? Silahkan lakukan, jangan lupa gunakan stagen untuk membuat perut tidak kendor. Secara pengalaman empiris hal ini memang berkhasiat membuat perut mengecil. Untuk bahan-bahan jamu yang terserap ke dalam tubuh melalui pori-pori, efeknya tidak berbahaya. Kecuali bagi ibu yang sensitif, mungkin bisa mengalami reaksi alergi seperti gatal-gatal. Jika seperti itu sebaiknya hentikan pemakaian jamu balur tersebut.
  2. Membersihkan Daerah Kewanitaan. Bagi ibu hamil yang sering mengalami lembab di daerah vagina atau keputihan, bisa menggunakan air bilasan daun sirih setiap habis buang air kecil. Daun sirih terbilang aman untuk obat antiseptik dibandingkan dengan obat antiseptik yang lain. Di dalam organ kewanitaan ada keseimbangan antara bakteri dan jamur. Antiseptik tertentu biasanya akan membunuh bakteri sehingga jamur akan tumbuh subur dan ini menimbulkan keputihan. Sebaliknya, jika jamur banyak yang terbunuh, maka bakteri akan tumbuh. Nah, daun sirih bisa menyeimbangkan keberadaan bakteri dan jamur pada organ kewanitaan. Daun sirih pun tidak mempunyai efek toksis. Untuk penggunaan pemakaian luar ibu bisa mengambil 10 lembar daun sirih yang dicuci bersih dan masak dalam 5 liter air. Air rebusan ini bisa disimpan dan digunakan untuk bilasan daerah organ kewanitaan.
  3. Mengatasi Bau Badan Karena Keringat. Karena pengaruh hormonal ibu hamil sering mengalami keringat berlebih dan tak jarang menimbulkan bau badan. Penyebab bau badan terkait dengan masalah di pori-pori kulit dimana ada kelenjar apokrin yang mengandung asam lemak. Karena asam lemak tersebut bertemu dengan bakteri, timbullah bau asam yang tidak sedap ini. Untuk mengatasinya, daun sirih kembali bisa dimanfaatkan. Sehabis mandi dengan sabun, bilas tubuh dengan rebusan daun sirih. Setelah itu bilas dan keringkan dengan handuk seperti biasa.
  4. Mengatasi Mual Muntah. Bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah, silahkan coba ramuan herbal jahe. Penelitian di Jerman menunjukkan jahe terbukti efektif mengatasi morning sickness. Namun tentu bila jahe tidak bisa mengatasi keluhan ibu, konsultasikan hal ini pada dokter.
Resep Herbal Jahe Atasi Morning Sickness :
  • Gunakan dua ruas jari jahe (50 mg) yang sudah dikupas kulitnya dan dibersihkan.
  • Bakar agar keluar minyak atsirinya, digepuk dan diseduh dengan segelas air panas.
  • Sebaiknya ramuan ini untuk sekali minum, jangan disimpan dikulkas. Dikhawatirkan terkontaminasi, karena bisa tumbuh kapang/jamur.
  • Jika dikonsumsi minuman dingin bisa saja dengan menambahkan es. Pada industri, biasanya jamu sebagai minuman ini menggunakan pengawet yang memang aman dan diijinkan untuk menghindari dari tumbuhnya jamur dan bakteri.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Bukti Tanda-tanda Persalinan Semakin Dekat

tanda-tanda persalinan
Secara medis, persalinan diartikan sebagai suatu proses untuk mendorong (dikenal juga dengan istilah ekspulsi) janin dari dalam rahim ibu yang secara normal melalui jalan vagina. Proses ini akan berlangsung di titik dimana rahim tak bisa membesar lagi dan bayi di dalamnya sudah cukup matang untuk bisa bertahan hidup di lingkungan luar rahim ibu. Kondisi ini biasanya disertai tanda-tanda persalinan. Jika tanda tersebut telah muncul berarti bayi telah siap untuk lahir ke dunia. Apa saja tanda-tanda tersebut?

Tanda-tanda persalinan sudah dekat bisa saja muncul beberapa hari sebelum kelahiran. Dan dalam kondisi tertentu, terkadang juga muncul berminggu-minggu sebelum kelahiran. Banyak calon ibu yang terkecoh dengan tanda tersebut sampai akhirnya memutuskan ke rumah sakit padahal belum waktunya untuk bersalin. Karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda kehamilan. Secara umum, signal persalinan semakin dekat ada 3, yakni terjadinya pembukaan mulut rahim, pecahnya air ketuban dan terjadinya kontraksi secara teratur.

Tanda pertama adalah terjadinya pembukaan mulut rahim. Pembukaan ini terjadi dengan keluarnya semacam lendir atau disebut juga dengan mucus. Warnanya biasanya kemerahan dan terkadang juga kecoklatan. Tekstur lendir tersebut sama seperti ingus yang sangat kental. Dalam dunia medis, lendir tersebut dikenal dengan istilah bloody show karena memang bercampur dengan darah. Lendir tersebut merupakan penyumbat mulut rahim. Dengan lepasnya lendir berarti rahim telah terbuka. 

Pada kehamilan pertama kalinya, pembukaan ini biasanya disertai dengan rasa nyeri pada bagian perut. Sementara itu pada kehamilan selanjutnya, rasa nyeri tersebut sudah tidak dirasakan lagi. Nyeri tersebut sesungguhnya bersumber dari tekanan panggul saat janin hendak turun ke arah tulang panggul sebagai akibat terbukanya penutup mulut rahim tadi.


Tanda-tanda persalinan lainnya adalah pecahnya air ketuban. Ketuban ini membungkus janin dan di dalamnya terdapat cairan yang berfungsi sebagai bantalan agar janin bisa terlindungi dan juga membuat ia bebas bergerak dan tidak terkena gangguan dari luar. Cairan ketubab secara umum tidak memiliki warna alias bening. Ia juga tidak memiliki bau. Saat ia pecah, cairan tersebut akan mengalir sampai kelahiran. Jika air ketuban telah pecah, ibu segera ke dokter dalam waktu 24 jam. Pecah ketuban ini akan disertai dengan nyeri yang lebih terasa lagi.

Tanda-tanda persalinan makin dekat lainnya adalah terjadinya kontraksi yang teratur atau konsisten. Kontraksi tersebut terjadi pada otot-otot rahim atau myometrium akibat dari peningkatan hormone oksitosin saat persalinan semakin dekat. Kontraksi ini normal dan dibutuhkan untuk mendorong janin keluar dari rahim secara perlahan. Kontraksi akan semakin sering dan durasi waktunya semakin singkat. Kontraksi biasanya dosertao dengan perasaan mulas juga nyeri layaknya kram perut.

Bukti Tanda-tanda Persalinan Semakin Dekat

Selama beberapa dekade terakhir, ada isu yang menyebut jika lagu klasik yang diperdengarkan ke perut ibu hamil bisa membuat perkembangan kecerdasan janin di dalam kandungan semakin meningkat. Penelitian mengarah pada hal tersebut memang telah banyak dilakukan dan hasilnya juga cukup mengejutkan. Ikuti pemaparan kami mengenai lagu klasik untuk ibu hamil, cara memperdengarkan musik klasik pada janin, serta beberapa lagu klasik untuk ibu hamil seperti yang direkomendasikan para ahli, berikut ini. Selamat membaca!

Lagu Klasik untuk Ibu Hamil

Beberapa penelitian memang telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh lagu klasik untuk ibu hamil terhadap peningkatan kecerdasan intelektual dan emosional janin atau bayi yang dilahirkan nantinya. Namun, hasil yang diperoleh menunjukan nilai yang tidak terlalu signifikan.

Janin yang diberi perlakuan lagu atau musik klasik melalui perut ibunya hanya menunjukan peningkatan kecerdasan intelektual yang sangat kecil. Begitupun dengan tingkat kecerdasan emosionalnya.

Lagu Klasik untuk Ibu Hamil
Lagu klasik untuk ibu hamil sebetulnya dinilai kurang efektif untuk meningkatkan perkembangan otak janin. Lagu klasik justru lebih baik diperdengarkan pada bayi yang telah dilahirkan. Dengan memutar lagu-lagu klasik di sela-sela tidur bayi Anda antara usia 0-12 bulan terbukti efektif meningkatkan kecerdasan emosionalnya saat ia sudah beranjak memasuki bangku sekolah.

Berikut ini adalah beberapa lagu klasik untuk ibu hamil yang bisa Anda undoh langsung melalui link di bawah.
1.  Mozart for pregnant piano concerto no 17 sounds of stream
2.  Mother's Song
3.  Ludwig van Beethoven - Symphony No. 9 (Op. 125)
4.  Beethoven - Fur Elise ( piano)
5.  Moonlight Sonata - Beethoven 1st piano
6.  Mozart,bach,beethoven,chopin,brahms symphony no 8
7.  Pregnant women are smug by garfunkel and oates

Cara Menperdengarkan Musik Klasik pada Janin

Lagu Klasik untuk Ibu Hamil
Meski hanya menunjukan peningkatan kecerdasan yang rendah terhadap janin, memperdengarkan lagu klasik untuk ibu hamil tentu tidak ada salahnya untuk dilakukan. Lalu bagaimana caranya?
  • Hal yang perlu disiapkan untuk melakukan teknik ini tentu seperangkat pemutar musik, earphone dengan tangkai yang mudah dilenturkan, serta lagu klasik pilihan Anda.
  • Kemudian putar lagu klasik pilihan Anda dan tempelkan earphone pada sisi kanan dan kiri perut.
  • Stel dengan volume rendah dan lakukan selama 10 menit atau sekira 2 lagu.
  • Lakukan teknik ini setiap Anda bersantai atau saat menjelang tidur malam.
  • Anda juga boleh sembari mendengarkan lagu yang diputar melalui earphone lainnya.
  • Mulai putar lagu klasik untuk ibu hamil saat janin sudah berusia minimal 3 minggu atau saat usia kehamilan sudah berajak 2 bulan. Saat itu, janin sudah memiliki telinga dan seiring berjalannya waktu, kemampuan mendengar dan meresponnya akan semakin baik.

Nah, itulah beberapa lagu klasik untuk ibu hamil beserta cara memperdengarkannya pada janin Anda. Semoga bisa bermanfaat dan membantu dalam upaya menghasilkan janin cerdas sejak dalam kandungan.

Bukti Tanda-tanda Persalinan Semakin Dekat

Apa penyebab perdarahan pada kehamilan dan setelah bersalin? Berikut ini adalah penjelasannya.



Perdarahan Pada Usia Kehamilan Muda Atau Dini (Trimester Pertama)


Perdarahan Pada Usia Kehamilan Muda Atau Dini
Abortus / Keguguran. Salah satu penyebab terjadinya abortus adalah sanggama (hubungan intim suami-istri). Selama ini ada persepsi, hubungan sanggamalah yang merupakan biang keladi perdarahan atau abortus pada ibu hamil. Sebetulnya bukan karena masalah sanggamanya, melainkan karena pertemuan sperma dengan mulut rahim. Sperma yang mengandung prostaglandin ini akan merangsang terjadinya kontraksi rahim, akibatnya bisa terjadi abortus. Abortus umumnya mengakibatkan darah yang keluar cukup banyak dan disertai keluhan nyeri perut atau keluarnya gumpalan darah (jaringan).

Tindakan Medis :
  • Dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah terjadi abortus atau tidak.
  • Bila terjadi abortus akan dilihat ada tidaknya sisa kehamilan.
  • Jika ditemukan adanya sisa hasil kehamilan akan dilakukan tindakan mengeluarkan hasil kehamilan dengan cara kuretase.
  • Bila dilakukan kuretase, kehamilan tidak bisa berlanjut karena hasil konsepsi/hasil kehamilan sudah keluar.
  • Tindakan kuretase dapat membantu membersihkan rahim dari sisa-sisa kehamilan dan juga mempersiapkan terjadinya kehamilan berikutnya.
  • Tanpa ada tindakan kuretase, rahim tidak bersih dan kelak bisa menjadi penyebab infeksi pada rahim sehingga membuat ibu sulit hamil lagi. Perdarahan yang terjadi juga bisa bertambah lama/berkepanjangan.
Kehamilan Ektopik (kehamilan di luar kandungan). Gejala awal yang dikeluhkan adalah adanya bercak darah berkepanjangan dan nyeri perut. Pada kasus yang sudah lanjut ibu hamil bisa menderita anemia berat karena sudah terjadi Kehamilan Ektopik Tergangu. Kehamilan Ektopik Terganggu adalah terjadinya perdarahan karena robeknya tempat implantasi dari kantong kehamilan, bisa terjadi di saluran tuba, indung telur bahkan di abdomen (menempel di usus).

Tindakan Medis :

USG merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk menentukan apakah kehamilan yang berlangsung saat ini di dalam atau di luar rahim.



Perdarahan Di Atas Usia Kehamilan 20 Minggu


Perdarahan Di Atas Usia Kehamilan 20 Minggu
Posisi Plasenta. Perdarahan di usia kehamilan 20 minggu umumnya dicurigai karena posisi plasenta berada di bawah dan menutupi jalan lahir (plasenta previa). Plasenta previa ini ada yang totalis (menutup seluruh jalan lahir), ada yang parsialis (menutup sebagian jalan lahir), ada juga yang marginalis (di ujung jalan lahir) dan ada yang letak rendah (kurang lebih 5 cm dari jalan lahir). Pada kasus plasenta previa totalis/parsialis, persalinan tidak bisa dilakukan secara alami (per vaginam) karena jalan lahir tertutup, maka persalinan harus dilakukan melalui operasi caesar.

Tindakan Medis :
  • Posisi plasenta dapat diketahui dari pemeriksaan USG. Sebelum pemeriksaan, ibu hamil akan dianjurkan banyak minum sampai terasa ingin pipis. Kondisi kandung kemih yang penuh akan membantu memperlihatkan posisi plasenta dengan lebih jelas saat dilakukan pemeriksaan USG.
  • Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan (terutama di bawah usia kehamilan 32 minggu), masih ada kemungkinan posisi plasenta berubah. Karena segmen bawah rahimnya belum terbentuk. Jika usia kehamilan sudah di atas 32 minggu, posisi plasenta sudah menetap dan tidak bisa berubah.
  • Untuk kasus perdarahan karena posisi plasenta, selama kondisi kesejahteraan janin masih bagus, ibu hanya menjalani bedrest dengan dirawat inap. Ibu tidak boleh banyak gerak.
  • Selama bedrest, dilakukan observasi terhadap kondisi kesejahteraan janin dan perdarahan yang terjadi.
  • Bayi diupayakan dilahirkan cukup bulan sehingga ibu hamil akan diberikan obat untuk pematangan paru-paru janin dan diberikan anti-kontraksi bila terjadi kontraksi.
  • Perdarahan yang bertambah banyak bisa menimbulkan kegawatan janin. Gawat janin ditandai dengan denyut jantung janin lebih dari 160 kali per menit atau kurang dari 120 kali per menit. Normalnya denyut jantung janin adalah 120-160 kali per menit. Denyut jantung janin akan dipantau lewat pemeriksaan CTG secara kontinu. Pemeriksaan ini juga dapat mengetahui kondisi kesejahteraan janin (dilihat dari pola denyut jantung janin dan gerakannya), serta ada tidaknya kontraksi pada ibu.
  • Bila sampai terjadi gawat janin, kehamilan ibu harus diakhiri. Jadi, bayi akan lahir prematur atau kurang bulan dan penanganan bayi biasanya dilakukan perawatan di ruang NICU.
  • Perdarahan dalam jumlah banyak yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kematian janin atau bahkan ibu.
Solusio Plasenta. Perdarahan terjadi karena lepasnya perlekatan plasenta. Gejalanya berupa perdarahan dari vagina, peningkatan aktivitas rahim, nyeri punggung dan nyeri perut. Pada keadaan ini ibu dapat merasakan nyeri hebat dengan atau tanpa kontraksi.

Tindakan Medis :
  • Dibutuhkan USG untuk menegakkan diagnosis.
  • Penanganan yang dilakukan bergantung dari posisi janin, usia kehamilan, dan fasilitas yang tersedia.
  • Bila bayi telah cukup bulan dapat dilakukan persalinan sesar.
  • Persalinan alami dapat dilakukan bila tidak ada tanda-tanda kegawatan janin.



Perdarahan Setelah Melahirkan (Bersalin)


Perdarahan Setelah Melahirkan (Bersalin)
Perdarahan setelah persalinan merupakan penyebab hampir ¼ dari seluruh kematian ibu di dunia. Seperti diketahui, setelah bayi lahir dan plasenta dikeluarkan, ada kemungkinan ibu mengalami kasus kontraksi rahim.

Idealnya, jika plasenta sudah dikeluarkan, rahim yang bentuknya seperti anyaman tikar akan menjepit semua pembuluh darah sehingga tidak lagi terjadi perdarahan. Kontraksi yang buruk otomatis akan membuat pembuluh darah rahim masih terbuka dan darah masih terus mengalir. Hal ini yang dikhawatirkan terjadi pada ibu setelah melahirkan.

Perdarahan pasca melahirkan biasanya dialami pada ibu dengan janin di atas 4 kg, ibu dengan banyak anak (melahirkan berulang kali), atau yang mengalami anemia.

Tindakan Medis :
  • Setelah bayi dilahirkan, kondisi ibu akan terus dipantau. Jika kontraksi tampak kurang, akan dilakukan pemberian obat-obatan (lewat infus, suntikan, atau dubur) untuk merangsang kontraksi supaya lebih baik.
  • Bila setalah dilakukan pemberian obat-obatan kontraksi tetap tidak membaik dan perdarahan tetap terjadi, akan dilakukan operasi untuk membantu kontraksi rahim.
  • Jika cara ini tak berhasil akan dilakukan pengangkatan rahim.

Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Monday, January 8, 2018

Bukti Informasi Umum Seputar Test Pack Kehamilan

Test Pack Kehamilan
Mendeteksi awal kehamilan bukan perkara yang mudah bahkan bagi wanita yang pernah hamil sekalipun. Gejala awal kehamilan memang cenderung berubah-ubah sehingga menyulitkan untuk mengetahuinya lebih awal. Membaca gejala ini pun dirasa tidak cukup untuk memastikan kehamilan sehingga wanita cenderung perlu untuk memeriksakan diri sebelum yakin ia hamil ataupun tidak. Sebelum memeriksakan diri ke dokter kandungan, biasanya jalan paling praktis yang dilakukan untuk memastikan kehamilan yakni dengan menggunakan test pack kehamilan. Apa test pack itu?

Test pack sendiri merupakan alat dengan ukuran kecil yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan. Cara kerjanya dengan menggunakan sistem penghitungan kadar hormone hCG atau Human Chorionic Gonadotropin. Jika seorang wanita hamil, maka kadar hormone tersebut akan meningkat akibat dari terbentuknya organ seperti cakram yakni plasenta yang menyelimuti janin. Kadar hCG wanita yang sedang hamil bisa mencapai 150.000% sementara itu saat tak hamil kadarnya hanya 5%. Test pack kehamilan membaca peningkatan kadar hormonn tersebut melalui urine.

Test pack kehamilan ini sering disebut home pregnancy test karena sangat praktis dan bisa dilakukan di rumah tentunya. Test pack juga bisa ditemukan dengan mudah baik itu di toko, supermarket dan juga apotek dengan harga yang variatif namun tetap terjangkau. Dengan demikian, wanita dengan mudah bisa mendeteksi kehamilannya. Test pack memiliki dua bentuk yakni compact dan juga strip. Pada test pack berbentuk srip, cara menggunakannya dengan terlebuh dahulu menampung urin dan kemudian mencelupkan test pack strip ke dalamnya. Sementara itu pada test pack kehamilan compact, telah dilengkapi dengan wadah kecil tempat urine diteteskan.

Waktu terbaik untuk menggunakan test pack adalah di minggu pertama Anda telat mendapatkan menstruasi. Cara menggunakan test pack juga menentukan akurasi hasil. Sebagai tips, sebelum menggunakan test pack, sebaiknya Anda membaca baik-baik keterangan yang ada di kotaknya. Sebelum menggunakan test pack, Anda sebaiknya tidak minum terlalu banyak air karena hal tersebut bisa mempengaruhi hasil uji test pack. Tips lainnya adalah melakukan uji test pack di pagi hari sebab pada masa tersebut kadar hormone hCG sedang maksimal. Jika negative dan Anda tetap tak mendapatkan menstruasi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Selain cara menggunakan test pack yang benar, ternyata jenis test pack juga mempengaruhi hasil uji. Karena itu, memilih test pack yang benar merupakan hal yang mutlak. Berikut tips yang bisa Anda lakukan saat membeli test pack kehamilan:
  1. Periksa tanggal kadaluarsa. Sebab test pack juga dilengkapi dengan tanggal expired. Jika melewati tanggal yang dimaksud berarti Anda tak lagi bisa menggunakannya.
  2. Belilah test pack yang telah dilegalkan oleh FDA. Untuk hal ini Anda bisa mengecek secara online di situs resmi FDA.
  3. Cek berapa kadar hCg yang dibutuhakan test pack tersebut. Sebab akurasinya bergantung pada kadar hCG. Semakin kecil maka akan semakin akurat.
  4. Pilih test pack yang paling praktis menurut Anda.
Selamat mencoba!

Bukti Informasi Umum Seputar Test Pack Kehamilan

Usia kehamilan adalah hal penting yang harus diketahui oleh setiap wanita hamil. Dengan mengetahui usia kehamilan, seseorang dapat menentukan perlakuan atau tindakan khusus yang perlu dikerjakan untuk menjaga kehamilannya agar tetap sehat sesuai dengan tahapan perkembangan janin. Kendati demikian, rupanya masih banyak ibu hamil yang tidak tahu bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang tepat.

Cara Mengitung Usia Kehamilan

Untuk menghitung usia kehamilan, sebetulnya ada beberapa tes dan cara yang dapat Anda lakukan. Namun, karena keterbatasan dana dan waktu, kebanyakan orang biasanya menggunakan hitung-hitungan sendiri. Tanpa tes, tanpa ribet, tanpa keluar uang, dan hanya bermodalkan nalar atau kalkulator saja. Sederhana memang. Namun, apakah Anda tahu bagaimana cara menghitungnya?

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Metode HPHT

Cara menghitung usia kehamilan yang hanya bermodalkan kalkulator saja dikenal dengan istilah metode HPHT. Sesuai dengan namanya, menghitung usia kehamilan dengan metode ini hanya bisa dilakukan jika Anda memiliki siklus haidh normal, masa subur, dan tahun kapan hari pertama haidh terakhir Anda, baru kemudian Anda bisa memasukan tanggal HPHT tersebut ke dalam rumus Neagle.

Rumus Neagle adalah rumus yang digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan serta menghitung hari perkiraan lahir. Penggunaan rumus Neagle ini kami anggap cukup mudah. Dengan menambahkan tanggal pertama dari haid terakhir dengan angka 7, mengurangi bulan pertama haidh terakhir dengan 3, dan menambahkan tahunnnya dengan angka 1.

Sebagai contoh, jika Anda mengalami menstruasi terakhir pada tanggal 16 November 2015, maka diperkirakan Anda akan melakukan persalinan pada tanggal 23 Agustus 2016. Ingat:

DD = 16 + 7 = 23
MM = 11 (November) – 3 = 8 (Agustus)
YYYY = 2015 + 1 = 2016,                   HPL jatuh pada 23 Agustus 2016.

Catatan: Untuk bulan yang tidak dapat dikurangi dengan 3 (Januari, Februari, dan Maret), bulan HPHT ditambah 9, namun tahunnya tetap.

Berdasarkan rumus Neagle ini, kita tahu HPL atau hari perkiraan lahir bayi Anda jatuh pada tanggal 23, maka setiap tanggal 23 usia kehamilan akan bertambah satu bulan. Dari pada bingung, jika Anda sedang online di laptop atau tablet, aplikasi kalkulator kehamilan ini mungkin akan banyak membantu dalam menghitung usia kehamilan Anda.

Nah, itulah seputar cara menghitung usia kehamilan dengan metode HPHT menggunakan rumus Neagle. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda semuanya. Salam.

Bukti Informasi Umum Seputar Test Pack Kehamilan

Masalah Kehamilan, Ibu Hamil Tampil Dengan Cantik, Ibu Hamil Terus Berkeringat, Ibu hamil Mendengarkan Musik Klasik, Ibu Hamil Minum Air Putih Setelah Diare, Makanan Ibu Hamil Penderita Anemia, Gigi Berlubang Pada Ibu Hamil, Ibu Hamil Mengkonsumsi Ikan Beku, Bahaya Kosmetik Pada Ibu Hamil, Ibu Hamil Muda Malas Makan, Operasi Kista Pada Saat Hamil, Pemeriksaan Dalam Kala Hamil, Ibu Hamil Donor Darah, Ibu Hamil Menimbang Badan, Memilih Seafood Yang Aman Bagi Ibu Hamil, Posisi Janin Sungsang, Sakit Usus Buntu Pada Kehamilan
Berikut ini adalah rangkuman beberapa pertanyaan seputar masalah kehamilan yang sangat sering dijumpai di masyarakat kita.



Bagaimana Agar Ibu Hamil Dapat Tampil Dengan Cantik ?


Ingin tampil segar? Mudah saja. Salah satunya dengan memperhatikan busana yang ibu kenakan. Blus dan rompi panjang yang biasa dipakai sehari-hari bisa menjadi pilihan. Cukup memadukannya dengan t-shirt di bagian dalam, maka blus dan jaket jins bisa dikenakan oleh ibu hamil dengan membuka kancingnya.

Untuk busana kerja, ibu bisa mengenakan paduan celana panjang dan busana berbahan katun. Blazer panjang hingga mendekati lutut dengan kancing yang terbuka bisa dikenakan di bagian luar. Sedangkan untuk pilihan warna, bebas saja. Warna lembut, seperti cokelat muda, krem, biru muda, pink, dan warna-warna pastel bisa dikenakan hampir di setiap kesempatan. Dalam kesempatan khusus, seperti saat menghadiri pesta, ibu bisa mengenakan pakaian warna terang atau berkilap.



Kenapa Ibu Hamil Terus Berkeringat ?


Ibu hamil kan terus sering berkeringat lantaran adanya perubahan hormon di tubuh. Perubahan ini menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah ke kulit dan membuat tubuh menjadi lebih hangat. Inilah yang merangsang kelenjar keringat untuk mendinginkan tubuh.

Untuk itu, ibu hamil disarankan banyak minum. Enggak perlu selalu air putih, jus juga bisa. Tapi hindari minuman tidak sehat seperti kopi atau soda. Dengan banyak minum, ibu dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang lewat keringat. Jika baju selalu basah oleh keringat, ibu juga harus sering berganti pakaian. Jadi jangan lupa untuk membawa baju ekstra di tas setiap bepergian.



Apakah Harus Selalu Mendengarkan Musik Klasik ?


Ibu hamil sering disarankan mendengarkan musik klasik untuk menstimulasi kecerdasan janin, bukan? Menurut Professor David Baron, Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple Amerika Serikat, semua jenis musik baik dan dipercaya mampu merangsang perkembangan otak janin.

Namun, jenis musik itu harus teratur dari segi tempo dan struktur nada, sehingga mampu memberikan penggambaran tersendiri bagi otak. Jadi mau pilih keroncong, kasidahan, atau jazz, boleh-boleh saja.



Berapa Gelas Yang Harus Diminum Setelah Diare ?


Disebut diare jika ibu sudah buang air besar lebih dari 4 kali dengan jumlah relatif banyak. Yang paling dikhawatirkan dari kondisi ini adalah dehidrasi (kekurangan cairan). Gejalanya, badan lemas, rasa haus yang sangat, serta elstisitas kulit berkurang.

Setiap habis buang air besar, ibu harus minum setidaknya 2 gelas. Bila tetap berlanjut, segera ke dokter karena ibu hamil tidak disarankan membeli obat diare yang di jual bebas.

Untuk pencegahan, jalani pola hidup sehat. Tedengar klise ya, tapi ini memang cara yang paling efektif. Jadi, cucilah tangan sebelum makan dan hindari jajan sembarangan. Dengan begitu ibu dapat terhindar dari kuman yang membahayakan.



Apakah Makanan Yang Tepat Untuk Penderita Anemia ?


Apakah ibu serng merasa lelah dan letih, wajah nampak pucat, sering pusing, dan ada kalanya sesak napas? Jangan-jangan ibu terserang anemia atau kekurangan darah. Konsultasikan hal ini pada dokter.

Anemia bisa dihindari dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, antara lain : apel, anggur, jeruk, melon, brokoli, bayam, kacang merah, gandum, sereal dan kacang almond.



Berbahayakah Gigi Berlubang Bagi Ibu Hamil ?


Tahukah ibu kalau gigi berlubang dapat memicu terjadinya kontraksi yang menyebabkan janin lahir prematur? Karena itulah ibu harus menjaga kebersihan mulut dan gigi. Caranya adalah sebagai berikut :
  • Hindari camilan yang manis dan lengket agar tidak melekat di gigi. Pilihlah camilan jenis buah-buahan agar lebih sehat.
  • Biasakan minum setiap habis makan sehingga sisa makanan yang ada dalam rongga mulut terbilas dan tertelan ke dalam kerongkongan.
  • Gosok gigi setidaknya dua kali sehari. Untuk menghindari gusi berdarah saat menggosok gumakan sikat gigi yang halus denga kepala sikat kecil. Sakit gigi jenis ini juga tidak memicu refleks muntah.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang berada di sela-sela gigi.



Apakah Ikan Beku Dapat Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil ?


Ikan telah terbukti mendatangkan banyak manfaat bagi ibu hamil. Kandungannya yang banyak protein, yodium, mineral besi, serta seng diperlukan tubuh. Untuk memilih ikan, secara spesifik perhatikan insang dan bagian matanya. Pilih insang berwarna merah cerah dan mata yang tampak segar/tidak layu. Yang perlu diketahui, bisa saja ikan-ikan yang tersedia di supermarket tidak dalam kondisi segar. Sebab proses pembekuan yang sangat rendah (yaitu -10 atau -11 derajat Celcius), bisa mengawetkan ikan-ikan tersebut. Proses pembekuan ini dapat mengurangi aktivitas bakteri sehingga ikan tidak mengalami kerusakan. Ikan yang didinginkan seperti ini masih bisa dikonsumsi karena penyusutan nilai gizinya tidak signifikan. Kecuali jikan ikan sudah berbau, tentunya sudah tak layak lagi dikonsumsi.



Apa Saja Bahan Kosmetik Yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil ?


  1. Merkuri. Dampak merkuri adalah kerusakan saraf permanen dan gangguan perkembangan janin. Walaupun peredaran merkuri telah dilarang, waspada tetap perlu terutama terhadap kosmetik yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak jelas produsennya, atau kosmetik merek palsu. Biasanya merkuri terdapat pada produk-produk kosmetik pemutih kulit.
  2. Retinoid. Retinoid merupakan turunan dari vitamin A yang fungsinya untuk mempercepat pergantian (regenerasi) sel. Biasa terdapat pada krim untuk mengatasi jerawat. Penggunaan retinoid dapat berakibat efek teratogenik atau cacat pada janin.
  3. Salicylic Acid (BHA). Salicylic Acid (BHA) atau asam salisilat biasanya terdapat dalam produk anti jerawat dapat berupa krim yang dioleskan di kulit ataupun obat oral. Penggunaan BHA oles dalam jumlah kecil dianggap aman selama kehamilan. Namun, meski belum ada penelitian yang menunjang, umumnya ibu hamil disarankan untuk tidak menggunakannya secara berlebihan. Berbeda dengan produk oles, Salicylic Acid (BHA) dalam bentuk obat minum terbukti berbahaya bagi kehamilan. Penggunaan di trimester akhir, misalnya, dapat mengakibatkan perdarahan spontan pada otak. Studi juga menguak adanya peningkatan risiko keguguran dan cacat lahir.
  4. Hydroquinone. Hydroquinone merupakan bahan pemutih pada kosmetik. Ibu hamil kadang tergoda menggunakan kosmetik pemutih untuk menghilangkan bercak-bercak cokelat (pigmentasi) pada kulit wajah akibat kehamilan. Namun hati-hati sebab hasil riset penggunaan hydroquinone pada hewan menunjukkan adanya peningkatan kejadian keguguran, berat lahir rendah, dan gangguan perkembangan janin.
  5. Benzoil Peroxyde. Biasa terdapat pada obat jerawat. Meski belum ada penelitian tentang cacat janin akibat penggunaan benzoil peroxyde pada manusia, akan lebih bijak jika ibu tidak menggunakan kosmetik yang menggunakan bahan ini.
  6. Soy. Soy atau kedelai merupakan fitoestrogen yang justru dapat memperberat efek bercak hitam pada ibu hamil. Bisa terdapat pada produk pelembab dan sabun.
  7. Benzophenone-3. Benzophenone-3 (Oxybenzone) juga terdapat pada beberapa tabir surya. Bahan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.
  8. Rhodamin. Rhodamin biasa terdapat dalam make up dengan warna mencolok. Pewarna ini sebetulnya terlarang bagi kosmetik tetapi ada saja produsen yang nakal. Pemakaian rhodamin pada kosmetik dapat menyebabkan kanker kulit pada ibu dan kecacatan pada janin.



Apakah Penyebab Malas Makan Kala Hamil Muda ?


Di trimester awal lazimnya ibu jadi malas makan. Kendati begitu, bukan berarti ibu boleh selalu menuruti malas makan tadi. Soalnya, organ-organ vital janin justru terbentuk pada trimester awal. Otak, misalnya, berkembang pesat pada minggu ke 9.

Nah, jika ibu malas makan terus-menerus bisa-bisa perkembangan janin terhambat. Dengan demikian, meski mual muntah, cobalah mengatasinya. Diantaranya dengan menikmati makanan dalam porsi kecil namun frekuensi pemberiannya lebih sering agar kebutuhan secara keseluruhan bisa tercukupi.

Agar lambung ibu tidak kosong sekaligus mengurangi keluhan mualdi pagi hari, ibu juga disarankan makan sebelum tidur.



Apakah Operasi Kista Dapat Dilakukan Saat Hamil ?


Apakah ibu memiliki kista pada indung telur dan disarankan menjalani operasi pengangkatan kista saat hamil? Jangan khawatir, ternyata operasi ini tidak mengganggu janin.

Kita memang sering mengira operasi pada indung telur akan melukai rahim. Padahal rahim yang merupakan tempat tinggal janin letaknya cukup jauh dari indung telur tempat bersarangnya kista. Berarti janin dan kista memiliki “rumah” yang berbeda. Jadi ibu tidak perlu khawatir keguguran.

Tindakan operasi pengangkatankista malah akan menyelamatkan janin karena bisa menghindari terjadinya komplikasi selama kehamilan. Penanganan kista umumnya memang harus dengan operasi demi kebaikan ibu dan janin.



Apakah Perlu Melakukan Pemeriksaan Dalam Kala Hamil ?


Meski bikin risih dan tidak nyaman, namun pemeriksaan dalam wajib dijalani oleh ibu hamil jika dokter menganggapnya perlu. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat ada tidaknya kelainan pada vagina sampai mulut rahim, selain itu juga untk menegakkan diagnosis kasus-kasus infeksi pada saluran indung telur, tumor, kanker, dan sebagainya.

Sampai saat ini belum ada alat secanggih apapun yang bisa menggantikan fungsi pemeriksaan dalam. USG, umpamanya, hanya bisa diandalkan untuk mengevaluasi kesejahteraan janin maupun kondisi rahim, sementara kondisi mulut rahim itu sendiri tak bisa dinilai.



Bolehkah Ibu Hamil Donor Darah ?


Selama kehamilan, ibu tidak diperbolehkan menyumbangkan darahnya. Mengapa, karena kehamilan cenderung menyebabkan anemia sementara ibu perlu banyak suplai darah untuk janin dan dirinya sendiri. Menjadi donor darah dapat dilakukan kembali setelah masa nifas selesai.

Namun pada keadaan khusus, pengambilan darah dari calon ibu bisa saja dilakukan. Misalnya jika ternyata ibu harus bersalin dengan jalan operasi di usia kehamilan 38 minggu lantaran mengalami plasenta previa. Di usia kehamilan 32 minggu, bila kadar hemoglobin berkisar 10-12 g/d, maka ibu diperbolehkan menjadi donor darah untuk dirinya sendiri (auto transfusi). Sebelum waktu operasi tiba, darah tersebut akan disimpan di bank darah di rumah sakit.



Apakah Pentingnya Menimbang Badan ?


Ibu, jika diminta melakukan timbang badan saat periksa kehamilan, harap selalu dituruti. Karena meski tampak sederhana, menimbang badan secara periodik bermanfaat untuk mendeteksi adanya kelainan selama kehamilan, seperti :
  1. Berat badan yang meningkat lebih dari 500 gram/minggu (atau 2.000 gram/bulan) terutama pada trimester akhir kehamilan, bisa dicurigai sebagai hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia).
  2. Berat badan menetap / menurun perlu dipikirkan kemungkinan pertumbuhan janin terhambat atau kematian janin dalam rahim.



Bagaimana Memilih Seafood Yang Aman ?


Ibu senang makan seafood? Sebaiknya pilih seafood dari perairan laut dalam karena polusi perairan laut dalam tidak setinggi di perairan laut dangkal. Kandungan omega 3 ikan laut dalam pun lebih tinggi. Secara alamiah ikan tersebut mengeluarkan lemak tubuh demi melindungi diri dari suhu dingin di laut dalam. Lemak inilah yang menjadi sumber omega 3 yang penting bagi tubuh ibu hamil. Umumnya, harga ikan laut dalam lebih tinggi/mahal karena untuk mendapatkan ikan-ikan tersebut diperlukan biaya dan teknologi yang tidak murah. Ciri ikan laut dalam adalah memiliki daging yang tebal, seperti ikan makarel, sarden, tenggiri, lemuru dan salmon. Agar lebih aman lagi, pilih ikan laut dalam yang berumur relatif muda dengan ukuran tubuh lebih kecil.



Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Posisi Janin Sungsang ?


Biasanya dokter akan menganjurkan agar ibu hamil melakukan senam dengan posisi tubuh menungging. Menungging boleh dilakukan semenjak usia kehamilan 32 minggu. Bisa dilakukan selama 5-10 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Posisi ini membantu janin berputar dan semoga tidak sungsang lagi.

Namun menungging tidak akan bisa lagi mengubah posisi janin jika kehamilan sudah 36 minggu.



Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Usus Buntu Pada Kehamilan ?


Usus buntu bisa menyerang siapa saja dan tak terkecuali wanita hamil. Risiko operasi usus buntu pada kehamilan memang meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Tetapi, peningkatan risiko keguguran atau lahir prematur bisa dikurangi dengan pemberian obat-obat hormonal.

Angka terjadinya keguguran atau lahir prematur disaat operasi usus buntu sangat kecil. Bagaimana bila usus buntu tidak dioperasi? Justru risikonya makin besar. Pasalnya, usus buntu yang meradang dan tak segera diatasi lama kelamaan dapat merusak dinding usus dan mengakibatkan usus berlubang. Sehingga isi di dalam usus yang berisi banyak kuman keluar ke dalam rongga perut. Akibatnya akan terjadi peritonitis dan akhirnya kuman-kuman tadi masuk ke seluruh tubuh hingga dikatakan keadaan sepsis. Keadaan ini justru jauh lebih berbahaya baik untuk ibu maupun anak.

Jika dokter bedah mengatakan harus dioperasi berarti memang harus dilakukan dan dari pihak dokter kandungan pasti diupayakan supaya rahimnya tidak kontraksi, misalnya dengan pemberian obat. Lantas, apakah operasi ini akan membahayakan janin? Tidak juga, janin itu kan ada di dalam rahim sedangkan usus buntu ada di luar rahim.



Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.   

Bukti Teknik Jitu Merencanakan Kehamilan

merencanakan kehamilan
Merencanakan kehamilan merupakan hal yang penting untuk dilakukan setiap pasangan suami-isteri. Kesiapan baik itu secara mental, fisik dan juga finansial adalah hal yang tak boleh diabaikan. Keinginan Anda untuk memiliki anak harus ditunjang ketigal hal tadi agar kehamilan Anda menjadi sesuatu yang membahagiakan dan bukan bukan sebaliknya. Namun, dewasa ini, merencanakan kehamilan jauh lebih sulit ketimbang di zaman dahulu. Gaya hidup saat ini yang penuh dengan tekanan menjadikan fertilitas manusia jauh lebih sulit. Hal ini sejalan dengan apa yang ditemukan oleh peneliti di NewsWeek pada tauun 2007 dimana ditemukan fakta bahwa kemandulan adalah masalah paling umum yang menjadi kendala pasangan mendapatkan anak. Kemandulan yang dimaksud bukanlah permanen melainkan disebabkan oleh gaya dan tekanan hidup yang berlebih. Dalam proses merencanakan kehamilan, setelah poin financial terpenuhi, tentunya Anda harus fokus pada persoalan mental pun fisik. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan dalam masa perencanaan kehamilan yang Anda jalani.

Hindari perasaan cemas secara berlebihan! Berusahalah tenang dan rileks sebab stress sangat berpengaruh pada tingkat kesuburan seseorang. Jika Anda berjiwa positif, tingkat kesuburan Anda juga akan bertambah pesat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh American Society for Reproductive Medicine.

Jauhi pemanis buatan. Berdasarkan penelitian salah seorang dokter dari Emory University School of Medicine, ditemukan fakta bahwa pemanis buatan bisa mengganggu pertumbuhan janin dan bisa menurunkan pertumbuhan bayi yang baru lahir. Efek samping pemanis buatan ini juga bisa menyebabkan keguguran di awal kehamilan. Jadi, cermat memilih pemanis. Gunakanlah yang minim kalori dan minus bahan kimia.

Jaga asupan kafein! American Pregnancy Associations menyatakan bahwa mengkonsumsi kafein lebih dari 300 miligram per harinya akan mengurangi kesuburan seseorang sebanyak 27%! Dan yang perlu Anda ketahui bahwa sumber kafein bukan hanya kopi tetapi juga teh, minuman soda, minuman energi dan juga coklat.

Jauhi pestisida. Efek senyawa yang satu ini bisa berpengaruh pada alat reproduksi manusai. Ia bisa mengganggu sistem hormonal juga jaringan perkembangan bayi dalam perut.

jangan konsumsi kedelai. Dalam proses merencanakan kehamilan, kedelai merupakan musuh sementara yang sebaiknya dihindari. Kandungan fitoestrogen dalam kedelai merupakan hormo yang bisa mengganggu kesuburan Anda.


Buang jauh-jauh racun dalam alat rumah tangga Anda! Misalnya saja Teflon, penghilang noda. makanan kemasan, deodorant, minyak wangi, shampoo, dan kosmetik lainnya, boleh jadi mengandung senyawa yang berbahaya bagi kesuburan manusia.

Rutinlah berolahraga. Selain menjauhkan stress, tubuh juga jadi lebih siap untuk hamil karena segar dan bugar.

Penuhi asupan gizi Anda seperti vitamin B12, Vitamin A, anti-oksidan, zinc, zat besi, asam folat, dan mineral lainnya. Dengan nutrisi yang baik, tubuh lebih siap untuk hamil.

Hal lain yang patut Anda lakukan dalam masa merencanakan kehamilan adalah bercinta dengan baik dan teratur. Jangan setiap hari sebab kualitas sperma akan menurun jika dilakukan setiap hari. 3 kali dalam seminggu adalah pilihan yang bijaksana.

Bukti Teknik Jitu Merencanakan Kehamilan

Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya, dalam Islam, ibu hamil memang tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa selama kehamilannya. Mereka hanya diwajibkan untuk membayar fidyah atau memberi makan kaum fakir dengan cara tertentu sebagai pengganti ibadah puasa yang tidak dilakukannya. Namun, kendati tidak diwajibkan, tak sedikit ibu hamil yang tetap ingin melaksanakan ibadah puasa. Mereka menganggap kondisi tubuhnya kuat dan merasa mampu untuk menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Bila ini terjadi, bagaimana medis memandang hal tersebut? Bolehkah ibu hamil berpuasa menurut dunia kesehatan? Apa efek puasa pada ibu hamil terhadap perkembangan janinnya? Untuk tahu jawabannya, simaklah uraian berikut ini!

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa

Secara medis, perkara boleh tidaknya seorang ibu hamil berpuasa sangat bergantung pada kondisi tubuh dan kesehatan ibu hamil yang bersangkutan. Selama kehamilannya dinyatakan sehat dan tanpa masalah, ibu hamil dianggap boleh berpuasa Ramadhan asalkan ia mampu untuk tetap mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi bagi perkembangan janinnya di saat sahur dan berbuka.

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa
Kebutuhan nutrisi dan gizi yang harus dicukupi oleh seorang ibu hamil agar perkembangan janinnya tetap sehat adalah sekitar 2.500 kalori perhari. Kebutuhan ini kurang lebih setara dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak. Saat sahur dan berbuka, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, yang terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah, dan susu dalam porsi yang sewajarnya. Selain itu, konsumsi suplemen dan vitamin juga penting selama berpuasa. Saat sahur dan berbuka minumlah beberapa suplemen penting seperti asam folat, zat besi, dan kalsium agar bayi Anda tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Larangan Puasa bagi Ibu Hamil

Kendati secara umum dinyatakan aman dan boleh, ibu hamil juga sangat penting untuk memeriksakan kehamilannya pada dokter kehamilan untuk memutuskan bisa berpuasa atau tidak.

Pada beberapa kasus, ada ibu hamil yang memaksa untuk berpuasa meski tubuhnya mengidap masalah kesehatan, pada akhirnya ia dan janinnya mengalami masalah fatal. Adapun beberapa kondisi ibu hamil yang tidak dibolehkan berpuasa adalah ibu hamil yang mengalami masalah kencing manis (diabetes), darah tinggi, mengalami dehidrasi, dan magh.


1. Darah Tinggi

Selama berpuasa tekanan darah akan menurun karena metabolisme tidak berlangsung dengan sempurna. Nah, bagi ibu hamil yang memiliki hipertensi (tekanan darah tinggi), berpuasa akan membuat tekanan darahnya naik turun. Kondisi ini jika berlangsung terus menerus tentu akan membahayakan janin dan bahkan bisa menyebabkan keguguran.

2. Kencing Manis

Ibu hamil dengan encing manis atau diabetes sangat tidak dianjurkan untuk  berpuasa. Alasannya, selain karena harus menjalani terapi obat secara teratur, mereka juga mesti mematuhi program dan jadwal makan yang telah dibuat oleh dokter agar kadar gula darah dapat terkontrol dan tetap stabil.

3. Dehidrasi

Dehidrasi selama kehamilan dapat disebabkan karena beberapa hal, mulai dari muntah-muntah di pagi hari, morning sickness, diare, hingga gejala hilangnya nafsu makan. Ibu hamil yang memiliki masalah dehidrasi sangat tidak dianjurkan berpuasa karena bisa memicu timbulnya berat badan bayi lahir rendah atau kelahiran prematur.

4. Magh

Ibu hamil yang memiliki magh jika memaksakan diri untuk berpuasa maka secara tidak langsung ia telah memperbesar peluang kambuhnya si magh ini. Lambung yang kosong akan memacu peningkatan asam lambung sehingga bisa membahayakan bagi tahapan perkembangan janin.

Nah, demikianlah beberapa hal terkait pertanyaan bolehkah ibu hamil berpuasa Ramadhan menurut dunia medis. Semoga dengan artikel ini Anda bisa memutuskan untuk lanjut berpuasa atau tidak. Dan jika lanjut, silakan ikuti  tips aman berpuasa saat hamil pada artikel selanjutnya. Salam.

Bukti Teknik Jitu Merencanakan Kehamilan

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai penyebab, tanda-tanda dan pencegahan kelahiran bayi prematur pada kehamilan. Istilah persalinan prematur dikenal dengan persalinan preterm atau persalinan maju. Persalinan ini terjadi di usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan cenderung bermasalah karena kondisi bayi sebenarnya belum siap dilahirkan.

Berat badan lahir bayi prematur umumnya kurang dari 2500 gram. Paru-parunya belum matang sehingga meningkatkan risiko Respiratory Distress Syndrome (sindrom gawat napas). Bayi prematur juga rentan mengalami perdarahan otak dan sepsis (infeksi berat). Tak heran jika persalinan preterm sering dikatakan memiliki risiko morbiditas (sakit) dan mortalitas (kematian) bayi yang tinggi.



Penyebab Persalinan Prematur


penyebab kelahiran prematur, faktor penyebab bayi prematur, penyebab bayi lahir prematur, penyebab persalinan preterm, sebab kelahiran prematur, faktor penyebab kelahiran prematur, sebab bayi lahir prematur, kenapa bayi lahir prematur, penyebab persalinan prematur, penyebab melahirkan prematur
Berikut ini adalah beberapa penyebab persalinan prematur :
  • Ketuban pecah dini.
  • Infeksi.
  • Kehamilan kembar.
  • Kelainan rahim.
  • Riwayat persalinan prematur.
  • Solusio plasenta (plasenta lepas).
  • Penyakit ibu (preeklamsia).
  • Status sosio-ekonomi rendah.
  • Ibu dengan mulut rahim lemah.



Tanda-Tanda Dan Tindakan Medis Yang Harus Dilakukan



tanda-tanda kelahiran prematur, tanda kelahiran prematur, 6 tanda kelahiran prematur, tanda tanda melahirkan bayi prematur, tanda tanda melahirkan prematur, tanda tanda lahir prematur, tanda kelahiran prematur, tanda tanda persalinan prematur, tanda dan gejala prematur
Berikut ini adalah tanda-tanda dari akan terjadinya persalinan prematur, dan tindakan medis yang harus dilakukan untuk mengatasinya :
  • Adanya kontraksi kuat dan teratur di usia kehamilan kurang dari 37 minggu, bahkan disertai air ketuban yang keluar dan mulai mengering.
  • Di rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan USG dan CTG untuk menilai kondisi kesejahteraan janin.
  • Ibu juga akan menjalani pemeriksaan dalam. Bila terlihat sudah ada pembukaan dan kepala bayi sudah masuk ke pintu atas panggul berarti sudah terjadi proses persalinan.
  • Pada kasus ini upaya pematangan paru-paru janin tidak sempat lagi dilakukan karena ibu sudah menghadapi proses persalinan. Perlu diketahui, paru-paru janin baru matang di atas usia kehamilan 37 minggu.
  • Pematangan paru janin masih memungkinkan jika belum ada pembukaan ditambah kontraksi belum kuat dan teratur. Terjadinya kontraksi akan dicegah dengan pemberian tokolitik (antikontraksi).
  • Pada ibu dengan mulut rahim lemah, persalinan preterm dapat dicegah dengan obat yang dapat menghilangkan kontraksi. Alternatif lain, bisa dilakukan penjahitan mulut rahim pada usia kehamilan 12-14 minggu. Begitu janin cukup bulan, jahitan dilepas agar bayi bisa dilahirkan. Tindakan penjahitan ini tentu bergantung pada persetujuan pasien. Apabila ada tanda-tanda persalinan prematur, ibu perlu dilarikan ke rumahsakit yang memiliki fasilitas ruang perawatan NICU. Sebab begitu dilahirkan, bayi prematur akan segera masuk ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Penanganan persalinan prematur juga membutuhkan kerja sama antara dokter kebidanan dan kandungan dengan dokter anak Sub Spesialis Perinatologi (dokter yang menangani kesehatan janin dan bayi baru lahir).



Pencegahan Kelahiran Prematur



pencegahan kelahiran prematur, menghindari kelahiran prematur, mencegah bayi lahir prematur, cara mencegah bayi lahir prematur, cara mencegah bayi lahir premature, mencegah kelahiran prematur
Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur :
  • Pemeriksaan kehamilan/antenatal care (ANC) yang baik dapat mencegah terjadinya persalinan prematur. Paling tidak lakukan periksa hamil sebulan sekali sampai usia kehamilan 37 minggu, meskipun tidak ada keluhan.
  • Jika ada keluhan, periksa hamil dapat lebih cepat dilakukan. Tindakan ini demi menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
  • Setelah usia kehamilan 37 minggu disarankan kontrol kehamilan dilakukan setiap minggu.
  • Periksa kehamilan amat bermanfaat antara lain untuk mengetahui perkembangan janin, ada tidaknya kecacatan, termasuk tanda-tanda persalinan a preterm.



Mengenal Istilah Persalinan


Ada beberapa istilah dalam persalinan, yakni persalinan normal (aterm), persalinan maju/prematur (preterm) dan persalinan lewat waktu (posterm). Normalnya, seorang ibu hamil akan melahirkan di sekitar usia kehamilan 38-41 minggu atau 9 bulan 2 minggu. Usia itulah yang dikatakan usia cukup bulan. Di atas 41 minggu, ibu sudah masuk persalinan lewat bulan. Sementara  persalinan di usia kurang dari 37 minggu, seperti yang telah dibahas di atas, disebut dengan persalinan maju/prematur.


Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar masalah kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Bukti Memahami Komplikasi Persalinan

Komplikasi Persalinan
Komplikasi persalinan adalah kondisi dimana nyawa ibu dan atau janin yang ia kandung terancam dan disebabkan oleh gangguan langsung saat persalinan. Pada penelitian yang diadalan tahun 1990 yang diadakan oleh Assesment Safe Motherhood, ditemukan beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab terjadinya komplikasi pada persalinan. Hal tersebut antara lain:
  1. Tingkat kesehatan sang ubu sangat rendah dan kesiapannya untuuk hamil masih sangat kurang.
  2. Pemeriksaan selama masa kehamilan sangat kurang.
  3. Pertolongan pada proses persalinan sangat kurang. Demikian halnya dalam masa perawatan setelah ia melahirkan.
  4. Kualitas pelayanan medis pada antenatal sangat rendah. Dan dukun bayi masih belum mengerti cara merawat wanita yang sedang hamil layaknya tenaga medis.
  5. Tidak semua puskesmas (khususnya di daerah) memiliki peralatan yang lengkap dan memadai untuk melaksanakn perana obstertik esensial.
 Ada beberapa jenis komplikasi persalinan, antara lain:
  1. Persalinan Macet. Secara umum, penyebab persalinan yang macet adalah kondisi tulang panggul si ibu yang terlampau sempit dan menyebabkan bayi susah untuk lahir. Persalinan macet ini juga bisa disebabkan oleh gangguan beberapa penyakit yang menyebabkan sang ibu kepayahan mengeluarkan kepala bayi saat persalinan. Hal lain yang membuat proses persalinan macet adalah faktor usia sang ibu, paritas, konsistensi mulut rahim, berat badan sang janin, gizi ibu, psikis si ibu dan penyakit semisal anemia.
  2. Ruptura Uteri atau dalam bahasa awam dikenal dengan istilah sobekan uterus. Mengacu pada suatu kondisi yang sangat berbahaya yang terjadi pada kehamilan trimester dua dan juga tiga. Robekan pada rahim ini bisanya terdapat pada bagian bawah.  Dalam kondisitertentu, robekan pada rahim bisa sampai ke vagina dan membahayakan sang ibu.
  3. Jenis komplikasi persalinan lainnya adalah infeksi atau sepsis. Wanita memang diketahui memiliki kecenderungan yang lebih tinggi akan infeksi pada saluran genitalnya. Hal ini bisa saja terjadi saat penolong persalinan memasukkan tangan ke dalam vagina dan tidak bersih. Infeksi tersebut juga bisa saja bersumber dari debu atau karena terjadi perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Infeksi ini merupakan salah satu hal yang menyebabkan kematian utamanya di Negara berkembang.
  4. Komplikasi pada persalinan lainnya adalah malposisi juga malpresentasi. Keadaan ini mengacu pada kondisi dimana janin tidak berada dalam posisi yang normal dan mengakibatkan terjadinya proses persalinan yang jauh lebih lama bahkan macet. Hal ini harus ditangani di Rumah Sakit yang menyediakan tindakan section caesaria.
  5. Ketuban Pecah Secara Dini. Komplikasi persalinan yang satu ini disebabkan selaput ketuban pecah secara tiba-tiba dan cairan seperti air akan keluar dari vagina. Hal ini biasanya terjadi pada kehamilan di usia 22 minggu atau lebih sebelum persalinan kelahiran bayi dimulai.
  6.  Pre-eklampsia dan juga Eklampsia. Komplikasi persalinan yang satu ini merupakan penyebab utama kematian pada ibu saat persalinan. Eklampsia dan pre-eklampsia harus ditangani secara dini dan serius sebab jika tidak akan berujung pada kenatian ibu dan bahkan bayinya.
  7. Trauma Perineum. Komplikasi persalinan yang satu ini disebabkan oleh luka perenium yakni otot, kulit juga jaringan yang ada di antara anus dan vagina. Luka ini terjadi karena desakan hebar kepala bayi saat proses persalinan. Dalam kondisi parah yakni stadium empat, luka ini akan menyebabkan pedarahan yang parah.

Bukti Memahami Komplikasi Persalinan

Seorang yang tidak puasa karena hamil atau karena menyusui memang diwajibkan untuk mengganti puasanya (qadha) di hari-hari yang lain. Akan tetapi karena pertimbangan bahwa setelah hamil ia akan melahirkan dan menyusui, ia kemudian dianggap sebagai golongan yang tidak mampu berpuasa. Orang-orang yang tidak mampu berpuasa tidak berkewajiban membayar qadha dan menggantinya dengan kewajiban membayar fidyah. Lalu, bagaimanakah cara atau mekanisme pembayaran fidyah bagi ibu hamil dan menyusui? Berapa banyak uang yang harus diberikan pada fakir miskin setiap kali tidak puasa? Simak pemaparannya berikut ini!

Fidyah Bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Seorang yang tidak berpuasa karena keadaannya yang tak memungkinkan untuk bisa berpuasa, seperti orang tua yang sudah berusia lanjut, ibu hamil, dan ibu menyusui memang memiliki kewajiban untuk membayar fidyah kepada golongan fakir dan miskin di kampungnya.

Fidyah Bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Setiap kali tidak puasa, seseorang yang tidak berpuasa diwajibkan membayar fidyah sebanyak 1 mud atau jika dikonversi dalam bentuk makanan berarti sekitar 1 kg beras. Sebagian ulama juga mengartikan 1 mud ini sama dengan 1 kali memberi makan pada orang fakir dengan porsi lengkap, dan jika diuangkan rata-rata sekitar Rp. 15.000.

Tata cara membayar fidyah bagi ibu hamil dan ibu menyusui dapat langsung dilakukan dengan memberikan makanan langsung kepada kaum yang membutuhkan. Jika dalam sebulan penuh seseorang itu tidak berpuasa, maka ia wajib memberi makan pada sekitar 30 orang fakir di kampungnya.

Pembayaran fidyah juga dapat diwakilkan pada seseorang atau lembaga yang biasa mengurusi zakat dan fidyah. Pembayaran fidyah termasuk ibadah maaliyah (harta) dan bukan merupakan ibadah fardiyah, sehingga dalam ibadah ini para ulama bersepakat untuk membolehkan sistem perwakilan.

Adapun salah satu lembaga yang mungkin akan membantu mempermudah penyaluran fidyah Anda misalnya Dompet Dhuafa. Cara penyalurannya sangat mudah, dan semuanya sudah dijelaskan dalam situsnya dompetdhuafa.com. Silakan kunjungi link tersebut jika sekiranya Anda ingin menyalurkan fidyah Anda dengan cara yang lebih mudah.

Nah, itulah beberapa hal terkait tata cara membayar fidyah bagi ibu hamil dan menyusui. Semoga bisa membantu. Salam

Bukti Memahami Komplikasi Persalinan

Melahirkan Di Rumah (Home Birth) Tanpa Masalah
Ada beberapa hal yang tidak dimiliki oleh rumah sakit sehingga ibu hamil memilih melahirkan di rumah saja. Apakah ini hanya sekedar trend yang sedang berkembang?

Ketika rumah sakit atau klinik bersalin belum ada, dimanakah ibu yang sedang hamil besar melahirkan ?

Di rumah tentunya, seperti yang dialami oleh eyang atau nenek buyut kita dulu. Tak peduli apakah beliau itu tinggal di tengah kota atau di desa.

Namun zaman pun berputar dan berubah. Belakangan, melahirkan di rumah (home birth) kembali jadi pilihan, dan yang memilihnya adalah para calon ibu yang sebetulnya bisa melahirkan di klinik bersalin atau rumah sakit.

Tak hanya di Indonesia, ibu hamil di Amerika Serikat pun sekarang banyak yang memilih melahirkan di rumah. Data resmi dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pemberantasan Penyakit di Amerika menunjukkan, jumlah ibu yang melahirkan di rumah mengalami peningkatan sebesar 30% selama 2004-2009.

Lalu kenapa ibu hamil memilih bersalin di rumah? Apa yang tengah terjadi dengan rumah sakit atau klinik bersalin?

Rumah sakit atau klinik bersalin masih menyenangkan kok bagi sebagian besar ibu hamil di perkotaan. Cuma, kalau mereka mulai memilih bersalin di rumah, tentu karena mereka menemukan keuntungan lainnya yang boleh jadi tidak bisa diberikan rumah sakit.

Banyak ibu hamil yang menganggap bersalin di rumah lebih nyaman dan jauh lebih murah. Selain itu, tenaga kesehatan yang membantu bisa fokus pada satu pasien, sehingga ibu akan lebih mudah merasa relaks, dan risiko infeksi nosokomial bisa dihindari. Kemudian setelah persalinan, ibu dan bayi dapat bersama-sama selalu sehingga mampu meningkatkan boundingnya dengan bayi serta keluarga.

Menurut para ahli persalinan di rumah, ibu hamil akan mendapatkan perhatian yang penuh dari orang yang memiliki hubungan personal dengannya. Privacy pun lebih terjaga. Dan pada akhirnya ibu hamil akan merasa lebih nyaman saat melahirkan.

Dan seperti kita tahu, soal kenyamanan merupakan salah satu faktor terpenting yang harus dipunyai seorang ibu yang mau melahirkan. Sistem tubuh baru akan bekerja lebih baik saat kondisi nyaman. Itulah mengapa banyak orang yang dapat tidur lelap di rumah sendiri, tapi tidak saat berada di tempat lain. Itu karena pada kondisi tertentu sistem otot dan hormonal di dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal yang kurang lebih sama berlaku buat persalinan. Bila lingkungan nyaman, hormon-hormon yang membantu persalinan (hormon oksitosin) akan keluar dengan maksimal.

Nyaman sudah. Tapi apakah cukup aman melahirkan di rumah ?

Perlu diperhatikan, bahwa persalinan di rumah juga penuh resiko. Misal, saat menghadapi kasus emergency dan harus segera dibawa ke rumah sakit akan butuh waktu yang relatif lebih lama. Padahal saat itu keselamatan ibu dan bayi berpacu dengan waktu.

Itu baru satu kasus. Kasus lainnya, bisa saja mendadak ditemukan penyulit di tengah proses persalinan. Sementara di rumah sangat terbatas personel dan peralatan medis.

Bahkan sampai saat ini pun belum ada regulasi yang menaungi baik dari sisi keamanan pasien maupun keamanan praktik tenaga kesehatan. Karenanya, untuk menyanggupi permintaan pendampingan persalinan di rumah tidak bisa serampangan, butuh seleksi dan feel, mana yang bisa dituruti dan mana yang tidak.

Namun, ada juga ibu hamil yang nekat. Meski harusnya didampingi nakes atau tenaga kesehatan, ia tetap melahirkan di rumah tanpa pendampingan tersebut. Jika memang hal ini yang dipilih, pastikan ibu hamil dan keluarga yang mendampingi, memahami resiko yang mungkin timbul dari keputusan ini.

Tak kalah penting, ibu hamil, suami dan keluarga harus memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai persalinan dan perawatan bayi baru lahir, juga tindakan yang harus dilakukan jika ada faktor penyulit di tengah proses kelahiran. Jadi, lakukanlah perencanaan dengan matang. Misalnya, terus-menerus melakukan pelatihan (simulasi) persalinan, serta memberi pengertian dan melibatkan semua pihak yang mungkin diperlukan saat persalinan.

Karenanya, persalinan di rumah hanya diperkenankan bagi ibu yang risiko kehamilannya rendah. Apabila kehamilannya dinyatakan berisiko tinggi, maka rumah sakit harus menjadi pilihan utama.
Kita patut bersyukur karena nenek atau eyang buyut kita dikaruniai kesehatan yang prima-sehingga amn-aman saja mereka melahirkan anak-anaknya di rumah.

Melahirkan di rumah memang nyaman, karenanya kembali diminati. Namun semoga ini bukan sekedar trend, apalagi demi gaya hidup yang keren, karena faktor keamanan tetap yang utama, jangan sampai terabaikan.