Showing posts with label ASI Eksklusif. Show all posts
Showing posts with label ASI Eksklusif. Show all posts

Sunday, January 7, 2018

Bukti Kajian Seputar ASI Eksklusif

ASI Eksklusif
Secara hukum ASI eksklusif diartikan sebagai pemberian air susu ibu kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Defenisi ini terdapat di dalam Pasal 1 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Lebih lanjut dalam Pasal 6 disebutkan bahwa setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya. Pasal ini menekankan keharusan pemberian ASI bagi semua ibu sebab ASI eksklusif memang penting bagi bayi dengan umur di bawah 6 bulan. Meski mengharuskan, namun pada pasal selanjutnya terdapat beberapa pengecualian. Ibu tidak diharuskan memberi ASI eksklusif jika terdapat indikasi medis yang tidak memperbolehkannya untuk itu, ibu tidak ada dan atau ibu terpisah dari bayi.
Mengapa Harus 6 bulan?

Diaturnya persoalan ASI eksklusif dalam Peraturan Pemerintah mengindikasikan betapa pentingnya ASI bagi generasi bangsa sehingga harus dipayungi oleh hukum. Jauh sebelum itu, sebenarnya WHO dan juga UNICEF telah menyatakan bahwa ASI eksklusif merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Sebelumnya, kedua lembaga ini menyatakan bahwa ASI eksklusif harus diberikan sampai bayi berumur 4 bulan. Namun pada tahun 2001, WTO menyatakan bahwa ASI eksklusif harus diberikan sampai bayi berusia 6 bulan.
Anjuran pemerintah dan organisasi kesehatan dunia agar bayi hanya diberi susu ASI sampai ia berumur 6 bulan merupakan hal yang wajar sebab bayi dengan usia 6 bulan ke bawah belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna sehingga belum siap menerima jenis makanan dan minuman lainnya. Enzim semacam pemecah protein, lipase, amylase, pepsin dan sebagainya belum diproduksi secara sempurna di usia 1 sampai 6 bulan. Karena itu, bayi yang dipaksakan mengkonsumsi makanan dan minuman pada usia tersebut biasanya akan menunjukan penolakan secara alamiah yang terlihat pada gejala alergi, gangguan pencernaan dan atau obesitas. Hal lainnya yang menjadi alasan kuat terkait anjuran ASI eksklusif adalah fakta klinis bahwa bayi di bawah usia 6 bulan belum memiliki sistem imun yang sempurna sehingga ia belum bisa memproteksi dari kuman yang terdapat dalam makanan dan minuman selain ASI.

Manfaat Terbaik ASI Eksklusif



Komposisi yang lengkap menjadikan manfaat ASI eksklusif semakin kompleks, antara lain sebagai berikut:
  1. Bayi bisa terhidar dari penyakit seperti diare dan muntah.
  2. Pemberian ASI juga mereduksi potensi infeksi pada dada dan telinga. Mengurangi resiko terkena penyakit kulit juga sembelit. Mengurangi kemungkinan terkena penyakit menahun seperti asma, ususu besar, jantung dan masih banyak lagi lainnya.
  3. Potensi terkena kanker bisa dikurangi 60 sampai 80%.
  4. Bayi yang diberi ASI eksklusif terbukti lebih tahan terhadap serangan pneumonia atau radang paru.
  5. Pemberian ASI eksklusif akan memenuhi kebutuhan gizi juga vitamin sang bayi.
  6. Dengan ASI eksklusif, ibu tak perlu cemas bayi akan terkena infeksi bakteri E. Sakazakii yang biasa ditemui dalam susu formula bubuk yang tercemar.
  7. Melindungi bayi dari potensi kekurangan zat besi.
  8. Komponen senyawa ASI juga terbukti meningkatkan kecerdasan bayi.
Untuk mendapatkan manfaat ASI tersebut di atas, WHO juga UNICEF menganjurkan beberapa tahapan saat memulai pemberian ASI eksklusif pada bayi, antara lain:
  1. Langsung menyusui setelah satu jam setelah bayi lahir.
  2. Menyusui secara eksklusif artinya tak boleh ada komponen lain yang masuk ke dalam perut bayi meskipun itu air putih.
  3. Jangan menggunakan empeng atau botol susu. Susui bayi langsung dari payudara ibu. Sebab jika dipompa dan dimasukkan ke wadah lain, nilai kemurnian ASI bisa saja berkurang.
  4. Menyusui bayi kapanpun ia mau atau on-demand dan sesering mungkin.
  5. Menjaga kondisi emosional bagi ibu sebab akan sangat berpengaruh pada kualitas ASI.

Bukti Kajian Seputar ASI Eksklusif

Di dalam Islam, hukum mencukur rambut bayi adalah sunnah, sedangkan dari sisi medis, mencukur rambut bayi baru lahir bisa membuat kepala si bayi bersih dan bebas penyakit. Adapun dalam adat beberapa suku di Indonesia, mencukur rambut bayi umumnya dilakukan saat bayi berumur 7 atau 9 hari atau paling lambat usia 1 bulan setelah dilahirkan. Dalam hal ini cara mencukur rambut bayi pun tidak bisa sembarangan. Biasanya ritual pembacaan ayat suci Al-Quran dan shalawat nabi mengiringi prosesi pencukuran rambut yang dilakukan oleh beberapa orang sesepuh dan pemuka.

Cara Mencukur Rambut Bayi

Meski melalui prosesi atau ritual pencukuran rambut, sang bayi biasanya akan dicukur ulang hingga gundul oleh orang tuanya. Hal ini mengingat bahwa dalam prosesi tersebut, umumnya pencukuran tidak dilakukan dengan benar karena hanya digunakan sebagai syarat ritual saja, sehingga masih banyak rambut yang tersisa dan belum benar-benar bersih.

Dalam pencukuran ulang ini, sebagian orang tua sering kali merasa takut dan khawatir untuk melakukannya sendiri, karena riskan pada keadaan kulit kepala bayinya yang masih rentan terluka oleh pisau cukur. Padahal jika mereka mengetahui cara mencukur rambut bayi yang benar, mereka harusnya tidak perlu merasa khawatir.

Cara Mencukur Rambut Bayi Sendiri dengan Aman

Lalu Bagaimana Cara Mencukur Rambut Bayi Yang Benar?

Untuk mengetahui bagaimana cara mencukur rambut bayi yang benar, berikut ini adalah tahapan yang harus dilalui.

1. Persiapan Alat dan Bahan

Nah, untuk memulai mencukur rambut bayi, pertama yang harus disiapkan tentu adalah alat dan bahannya. Adapun alat dan bahan tersebut antara lain bedak bayi, air hangat, gunting rambut, kapas kecantikan, tissue, cairan antiseptik atau alkohol, handuk, dan pisau cukur yang baru dan steril.

Terkait dengan pisau cukur, saya menyarankan Anda untuk menggunakan pisau cukur merk Gillete. Pisau cukur yang berharga Rp. 4000,- per buah ini memiliki desain yang aman sehingga tidak akan membuat luka sedikitpun saat digunakan mencukur rambut bayi.

2. Persiapan Sebelum Mencukur

Setelah semua alat dan bahan  disiapkan, tahap selanjutnya yang dilakukan dalam cara mencukur rambut bayi adalah melakukan persiapan sebelum mencukur. Persiapan ini penting dilakukan selain untuk menjaga kesterilan selama proses mencukur, juga dapat meminimalkan risiko terburuk yang mungkin terjadi selama dan setelah mencukur rambut bayi Anda. Adapun yang perlu dilakukan dalam persiapan ini antara lain:
  • Cuci tangan Anda sebelum mencukur dan pastikan alat dan bahan yang digunakan ada dalam keadaan steril.
  • Sebelum mencukur, pastikan kondisi Anda ada dalam keadaan tenang dan tidak takut atau ragu-ragu. Jika mungkin Anda masih terus ada dalam kebimbangan, sebaiknya mintalah perawat atau orang yang sudah terbiasa mencukur bayi untuk melakukannya.
  • Kondisikan bayi ada dalam keadaan tenang. Keadaan tersebut bisa didapat saat ia tengah tertidur pulas. Ketenangan juga bisa diperoleh dengan menyediakan suhu ruangan yang nyaman dan tidak membuat bayi Anda merasa gerah.
  • Jika mencukur dilakukan saat bayi sedang tidak tidur, mintalah seseorang untuk mengajaknya bermain agar perhatian dan rasa sakit yang mungkin ditimbulkan dari proses mencukur dapat teralihkan.

3. Cara Mencukur Rambut Bayi

Setelah semuanya dirasa siap, proses mencukur rambut bayi pun bisa langsung dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
  • Jika rambut bayi Anda sangat lebat, potonglah rambut tersebut sependek mungkin menggunakan gunting kecil untuk memudahkan pencukuran.
  • Mulailah mencukur secara perlahan-lahan dari atas ke bawah (searah jatuhnya rambut).
  • Bersihkan pisau cukur dari potongan rambut si kecil menggunakan tissue kering saat pisau sudah terasa penuh. Kemudian lanjutkan pencukuran.
  • Selama proses pencukuran ini, saya tidak menyarankan Anda untuk membasahi rambut si bayi. Berdasarkan pengalaman saya, hal ini justru akan semakin menyulitkan proses mencukur karena rambut si bayi yang masih lembut dan halus jadi lengket di kulit kepala. Cukup taburkan saja bedak bayi di kepalanya jika Anda khawatir proses mencukur akan melukai si bayi.
  • Setelah semua rambut dicukur, tahapan terakhir dalam cara mencukur rambut bayi yang benar adalah melakukan proses mencukur dari bawah ke atas (berlawanan dengan arah jatuhnya rambut). Tahapan ini dilakukan untuk merapikan sisa-sisa rambut yang mungkin masih tertinggal.
  • Setelah selesai, basuhlah kepala bayi Anda dengan air hangat untuk membersihkannya dari rambut-rambut yang sudah terpotong.
  • Terakhir, keringkan kepala bayi dengan handuk lembut dan taburkan bedak bayi ke kepalanya yang kini sudah botak.

Nah, itulah tahapan yang perlu dilakukan dan diperhatikan dalam cara mencukur rambut bayi yang benar. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda semuanya. Salam.

Bukti Kajian Seputar ASI Eksklusif

Trimester Kehamilan
12 3
kumpulan nama bayi
Kumpulan nama bayi ini merupakan nama bayi laki-laki dan perempuan populer yang diambil dari nama-nama presiden, pemenang nobel, para nabi di kitab suci.

Lebih dari 20 ribu nama bayi perempuan dan laki-laki beserta artinya siap menjadi referensi bagi bayi anda. sebagai contoh berikut adalah nama pemenang nobel dunia:

  • Theodor
  • Wangari
  • John
  • Shirin
  • Roy
  • Elfriede
  • Yves
  • Toni
  • Richard
  • Nadine
  • Robert
  • Linda
  • Harold
  • Christiane
  • Mohamed
  • Jody
  • Barry
  • Rigoberta
  • Finn
  • Aung

Kumpulan nama bayi dari kalender kehamilan ini selengkapnya bisa anda download di sini.

Bukti Kajian Seputar ASI Eksklusif

tips puasa ramadhan untuk ibu hamil
Bulan Ramadhan telah tiba dan tidak terkecuali bagi ibu hamil, tentu saja ingin juga menjalani puasa di bulan Ramadhan ini. Lalu, apakah ibu hamil boleh puasa Ramadhan? Tentu saja keinginan ini adalah keinginan yang wajar saja, hanya saja hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Jika dokter mengijinkannya, maka ibu hamil dapat berpuasa selama bulan Ramadhan yang suci ini.

Puasa di bulan yang suci ini, tentu saja pada awalnya akan terasa berat. Tetapi niat kuat dan dengan dukungan suami, tentu ibu akan dapat berpuasa sebulan penuh.



Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Ibu Hamil


Sebetulnya terdapat beberapa manfaat dari puasa Ramadhan bagi ibu yang sedang hamil. Apalagi kehamilan memang bukanlah halangan untuk berpuasa. Jika kondisi ibu dan janin memang sehat, tentu akan lebih baik jika berpuasa. Apalagi berpuasa Ramadhan memungkinkan kita semua untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sama seperti di waktu lain. Hanya waktunya saja yang bergeser.

Aktivitas menyusui tidak akan terganggu meski di siang hari tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh ibu. Karena ibu yang sehat sebetulnya memiliki cadangan nutrisi. Setelah berbuka puasa dan makan dengan porsi cukup, cadangan nutrisi ini akan tergantikan.

Jika waktu berpuasa diisi dengan kegiatan serta pola makan yang baik, maka ibu hamil justru akan menjadi lebih sehat. Berbagai penyakit degeneratif dapat dicegah atau diturunkan resikonya, seperti gangguan hiperkolesterol, jantung koroner, dan kencing manis. Karena dengan menahan nafsu untuk tidak mengkonsumsi makanan secara berlebihan, asupan yang masuk pun jadi terseleksi.

Tak hanya itu, saat puasa, sel darah putih akan lebih aktif membangun kekebalan tubuh. Organ pencernaan pun lebih sehat karena mendapat kesempatan beristirahat yang lebih panjang di siang hari. Detoksifikasi juga terjadi karena saat puasa, tubuh menghasilkan antioksidan yang membersihkan zat-zat bersifat racun dari dalam tubuh.

Ibu hamil yang sehat tentu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memiliki janin yang juga sehat.



Amankah Ibu Hamil Puasa Ramadhan ?


amankah ibu hamil puasa ramadhan
Ini adalah suatu pertanyaan yang sangat sering muncul. Sejumlah penelitian telah membuktikan, puasa Ramadhan pada wanita hamil tidak akan berefek buruk pada janin, baik pertumbuhan dan kesehatan janin maupun kecerdasannya. Bahkan, berpuasa Ramadhan saat hamil juga tidak mengakibatkan kelahiran prematur. Inilah beberapa hasil penelitian tersebut :
  • Penelitian di malaysia terhadap 605 ibu hamil yang berpuasa menunjukkan tidak ada efek pada berat badan si ibu dan berat badan bayi baru lahir.
  • Gambaran kardiotokografi (catatan denyut jantung dan gerakan janin) menunjukkan hasil yang tidak reaktif selama fase puasa, namun kembali reaktif setelah berbuka puasa. Penelitian lain membuktikan, ibu hamil yang berpuasa tidak memiliki efek pada prematuritas dan skor apgar bayi baru lahir.
  • Penelitian menyimpulkan, puasa Ramadhan ketika hamil tidak berefek pada kecerdasan (IQ) anak setelah dewasa.
  • Penelitian yang dilakukan menyimpulkan, puasa Ramadhan saat hamil tidak akan berefek pada pertumbuhan dan kesehatan janin, serta tidak menyebabkan ketonemia (suatu kondisi berbahaya yang dapat mematikan).


Tidak Ada Komplikasi


Namun perlu dipahami, dari sisi medis, tidak semua ibu hamil dapat berpuasa selama bulan Ramadhan. Sekali lagi, agama pun mengizinkan ibu hamil tidak berpuasa. Pertimbangannya, kehamilan mungkin saja membuat kondisi ibu menjadi lemah. Banyak ibu hamil yang mengalami muntah-muntah di trimester pertama atau merasakan ketidaknyamanan luar biasa karena janin mulai besar? Jadi, jika memang ibu tidak kuat berpuasa, kondisi tubuh tak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri.

Pastinya, jika ibu mengalami komplikasi kehamilan berikut ini, sebaiknya tidak berpuasa : perdarahan kehamilan, hipertensi, preeklamsia, muntah-muntah parah, diabetes, plasenta previa, riwayat gangguan nafsu makan (anoreksia atau bulimia), gangguan sistem pencernaan, riwayat batu ginjal, riwayat persalinan prematur, riwayat keluaran persalinan jelek, kurang gizi dan semua kondisi yang mengharuskan ibu hamil minum obat sepanjang hari.

Selain itu, ibu hamil yang menginjak umur kehamilan 9 bulan, juga dianjurkan tidak berpuasa. Penelitian yang dilakukan menyimpulkan, kadar gula darah ibu hamil di trimester 3 yang menjalankan puasa ramadhan lebih rendah dibanding yang tidak. Itulah mengapa, menginjak usia kehamilan 9 bulan, ibu sebaiknya tidak berpuasa. Kadar gula darah ibu yang cukup, berguna untuk tenaga saat melahirkan.

Untuk itu, sebelum berpuasa, ibu dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Jika setelah dilakukan pemeriksaan, ibu dinyatakan sehat dan dokter pun mengizinkan, maka silahkan ibu menjalankan puasa Ramadhan. Namun ingat jangan memaksakan diri. Jika ibu mulai merasa tidak nyaman atau kurang sehat, tak mengapa membatalkan puasa. Ingat, ada si buah hati yang sedang tumbuh dan berkembang di rahim ibu.

Saturday, January 6, 2018

Bukti Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Perlukah?

Inisiasi Menyusui Dini
Inisiasi Menyusui Dini atau yang biasa disingkat IMD bukan hanya sekedar konsep biasa. IMD juga memiliki konteks hukum sebab diatur di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif tepatnya pada Pasal 9. Apa yang dimaksud Inisiasi Menyusui Dini tak lain adalah tindakan dimana tenaga medis meletakkan bayi di dada atau perut ibu sesaat setelah melahirkan. Hal ini dimaksudkan agar sang bayi bisa mencari puting susu ibu dan memulai menyusu dengan inisiatifnya sendiri. IMD bukan hanya sekedar ritual, tetapi ada alasan medis yang melatarbelakanginya.

Mengapa Harus Dilakukan?

Tak jarang ibu yang tidak mengetahui “ritual” inisiasi menyusui dini atau IMD. Karena itu, merupakan sebuah kewajiba hukum bagi tenaga medis untuk melakukan IMD sesaat setelah bayi dilahirkan. IMD menjadi penting dan digalakkan sebab berdasarkan penelitian klinis ditemukan fakta bahwa kegiatan ini bisa menyukseskan ASI Eksklusif  dan juga terbukti bisa menyelamatkan nyawa bayi yang baru lahir dengan usia tak lebih dari 28 hari dengan potensi sebesar 22%.

Banyak yang tidak memahami bahwa ternyata terdapat ikatan yang unik antara ibu dan bayi yang baru saja dilahirkannya terutama di menit-menit pertama sang bayi lahir. Sang ibu dan bayi sebaiknya melakukan kontak kulit sesaat setelah persalinan. Biasanya bayi akan diletakkan dalam keadaan telanjang di bagian perut ibu dan dengan sendirinya ia akan mencari puting susu dengan cara merangkak. Banyak pihak yang berpendapat bahwa tindakan inisiasi menyusui dini ini sangat berbahaya sebab bayi bisa saja kedinginan. Namun fakta medis berkata lain, kulit ibu memiliki kemampuan untuk mentransfer suhu dan menghangatkan bayi hanya dengan melakukan kontak kulit. Dalam dunia medis hal tersebut dikenal dengan istilah Thermal Syncrony.

Kontak antara kulit ibu dan sang bayi memiliki manfaat yang menakjubkan. Dengan kontak tersebut, ibu dan bayinya akan merasa lebih tenang dan secara psikologis ikatan yang lebih kuat akan terbentuk lebih dini. Bagi ibu, kontak kulit dengan bayi akan membantu pelepasan hormone bernama oksitosin yang berfungsi merangsang keluarnya ASI dari payudara. Sementara itu bagi bayi, dengan adanya kontak kulit akan menstabilkan sistem pernapasan juga aliran darah. Selain itu, saat bayi diletakkan di kulit ibu, maka ia akan menjilati kulit dan memungkinkan ia menelan bakteri yang baik yang terdapat di kulit ibu. Secara tidak langsung ia akan membentuk koloni bakteri baik di ususnya yang akan menyaingi bakteri jahat.

Tahapan Pre-Feeding Behaviour 


Sebelum bayi bisa menyusui, ia akan menjalani lima tahapan perilaku segera setelah ia diletakkan di dada atau perut ibunya. Adapun tahapan tersebut antara lain:
  1. 30 sampai 45 menit pertama. Pada tahap ini bayi cenderung diam dan siaga. Ia sedang mengamati dan sedang menyesuaikan diri dari rahim ke lingkungan luar. Berdasarkan penelitian, psikolog menemukan kecenderungan kepercayaan diri ayah dan ibu jauh lebih meningkat saat melihat sang bayi dalam proses inisiasi menyusui dini tahap pertama ini.
  2. 45 sampai 60 menit pertama. Kurun waktu ini sang bayi mulai menggerakkan mulut seperti hendak minum dan mencium. Terkadang juga si bayi mengeluarkan suara dan menjilati bagian tangannya.  Pada momen ini sang bayi akan mulai belajar membaui cairan ketuban di tangannya. Bau ketuban kurang lebih sama denga bau ASI. Hal ini yang akan membimbing dia menggerakkan badan menuju payudara ibu. Terkait hal ini, setelah lahir, dianjurkan untuk tidak langsung membersihkan air ketuban di kedua tangan sang bayi agar ia bisa mempelajari aromanya.
    Tahap ke-tiga, bayi sudah mulai mengeluarkan air liur. Hal ini terjadi karena ia sudah mulai menyadari keberadaan makanan di sekitarnya.
  3. Tahap ke-empat Inisiasi Menyusui Dini ditandai dengan pergerakan bayi secara perlahan mencari payudara ibu. Ia bergerak dengan cara menekan kakinya ke perut ibu. Ia juga akan mulai menjilati kulit ibunya, dan belajar menghentak kepala ke dada ibu sembari menoleh ke kanan dan kiri. Setelah dekat dengan wilayah payudara, ia akan menyentuh dan meremas areola atau puting payudara.
  4. Tahap ke-lima ditandai dengan berhasilnya bayi menemukan puting dan mulai menjilati dan membuka mulut lebar-lebar dan melekatkannya ke puting, mulai mengulum dan kemudian menyusui.
Keberhasilan inisiasi menyusui dini tidak hanya dipegang oleh ibu dan bayi tetapi juga oleh tenaga medis yang menangani persalinan. Rumah sakit wajib membekali tenaga medis dengan pengetahuan yang cukup soal IMD.


Bukti Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Perlukah?

Setelah dicukur rambutnya hingga plontos, cepat atau lambat kepala bayi Anda akan ditumbuhi kembali oleh rambut barunya. Pertumbuhan rambut di kepalanya itu sering kali berlangsung sangat cepat sehingga ia akan kembali menjadi gondrong. Namun, pada beberapa kasus, pertumbuhan rambutnya ini kadang berjalan juga dengan sangat lambat. Rambutnya terlihat tipis sehingga penampilan bayi Anda menjadi kurang menarik.

Cara Menyuburkan Rambut Bayi

Melihat kondisi pertumbuhan rambut bayi yang tipis dan lambat, kita sebagai orang tua tentu akan merasa khawatir. Kita pasti ingin bayi kita memiliki rambut yang lebat agar penampilannya bisa lebih menarik. Namun, adakah cara yang bisa dilakukan untuk menyuburkan rambut bayi Anda? Jawabannya “ada”. Berikut ini adalah cara menyuburkan rambut bayi dengan resep alami yang mungkin bisa Anda coba.

Cara Menyuburkan Rambut Bayi dengan Resep Alami

1. Dengan Kemiri

Kemiri dapat dijadikan salah satu bahan penyubur rambut bayi Anda karena kandungan minyaknya yang bisa memacu kelenjar kulit untuk memproduksi bulu. Cara menyuburkan rambut bayi dengan kemiri sangat mudah untuk dilakukan. Pertama, siapkan beberapa butir kemiri, lalu sangrai kemiri tersebut hingga minyaknya keluar. Kedua, tumbuk kemiri tersebut hingga halus dan oleskan pada kulit kepala bayi yang sudah digunduli. Ketiga, diamkan kurang lebih 20 menit dan basuh menggunakan air hangat. Ulangi perlakuan ini setiap 1 kali sehari untuk hasil yang lebih optimal.

2. Dengan Daun Seledri

Selain kemiri, Anda juga dapat menyuburkan rambut bayi Anda secara alami dengan daun seledri. Cara menyuburkan rambut bayi dengan daun seledri dapat dilakukan dengan lumatkan atau remas daun seledri hingga halus, balurkan ke bagian kulit kepala bayi, tunggu beberapa saat dan bilas menggunakan air hangat.

3. Dengan Lidah Buaya

Cara menyuburkan rambut bayi secara alami juga dapat dilakukan dengan lidah buaya. Iris lidah buaya jadi 2 bagian, gelnya ke kepala bayi yang sudah dibotaki, dan lakukan secara rutin setiap pagi atau sore hari hingga rambutnya tumbuh lebat.

4. Dengan Daun Pare

Banyak orang Sunda yang menggunakan daun pare sebagai bahan alami penyubur rambut bayinya. Beberapa lembar daun pare segar yang dicuci bersih kemudian tumbuk halus sampai berair. Ambil airnya dan oleskan pada kulit kepala bayi setiap selesai mandi. Lakukan rutin tiap hari dan setelah satu bulan umunya rambut bayi Anda akan segera lebat.

5. Air Kelapa Muda

Selain dapat diminum rutin sebagai cara agar kulit bayi putih saat hamil, air kelapa juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat penyubur rambut. Caranya pijat kulit kepala bayi Anda dengan lembut menggunakan air kelapa muda setiap pagi dan sore.

6. Madu

Selain memberikan banyak manfaat untuk ibu hamil, madu rupanya juga bisa berguna untuk melebatkan rambut bayi secara alami. Caranya  yaitu dengan mengoleskannya secara merata ke rambut dan biarkan 10-15 menit, setelah itu keramasi hingga bersih.

7. Kacang Hijau

Jika ingin mempunyai bayi dengan rambut yang lebat, ibu hamil memang disarankan untuk banyak mengkonsumsi air rebusan kacang hijau selama masa kehamilannya. Ketika si bayi sudah lahir, konsumsi air rebusan kacang hijau juga dapat dialihkan langsung pada si bayi. Cara ini efektif dan banyak dicoba di negara-negara Asia Timur.

8. Minyak Zaitun

Manfaat minyak zaitun sebagai obat alami penyubur rambut memang sudah dibuktikan selama beratus-ratus tahun lamanya. Orang-orang timur tengah biasa mengoleskan minyak ini ke bagian kulit kepala, alis, dan bulu mata bayinya agar bayi tersebut memiliki rambut dan bulu yang indah.

Nah, itulah 8 cara menyuburkan rambut bayi menggunakan bahan alami seperti yang kami rangkum dari beberapa sumber. Semoga rangkuman ini bisa benar-benar bermanfaat. Terimakasih.

Bukti Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Perlukah?

Trimester Kehamilan
12 3
persembahan kalender kehamilanKata yang paling indah bagi umat manusia adalah 'Ibu' dan panggilan paling indah adalah 'Ibuku'. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam.

Bunda adalah bagaikan sebuah lagu yang tak pernah berakhir di hatiku, lagu itu memberikan ketenangan, kebahagiaan, dan seluruh dirinya. Kadang-kadang saya lupa akan syair dari lagu itu, namun saya tak akan pernah dapat melupakan melodinya.

Saya seseorang yang senang sekali membaca, sejak masih kecil, sekolah, kuliah, hingga sekarang, Perpustakaan wilayah semarang adalah tempat yang paling saya sukai untuk mencari ilmu.

Ketika membuat blog ini, kebetulan sang istri tercinta sedang merencanakan kehamilannya, jadi banyak waktu yang saya habiskan untuk membaca berbagai literatur kesehatan dan buku-buku terkait kehamilan untuk mengetahui seluk beluk dunia kehamilan dan parenting, saya berharap pengetahuan ini bisa mendukung dan membantu apa yang menjadi kebutuhan istri dan bayi kami berdua kelak.

Banyak hal yang saya dapatkan, dari pentingnya nutrisi untuk bunda, pertumbuhan janin, berbagai tips parenting, dan masih banyak lagi. Karena agak pelupa, setiap pelajaran yang saya dapatkan, saya rangkum dalam blog ini, menyelam sambil minun air, begitulah kira-kira tujuan menulis blog kalender kehamilan ini.

Blog kalender kehamilan ini saya persembahkan untuk kekasih hati teman hidupku, Hana Christina yang senantiasa memberikan seluruh cintanya untukku dan keluarga. Semoga berkah dan karunia selalu menaungi bahtera kita berdua. Amin.

Juga untuk para Ibu di Indonesia, PERCAYALAH, andalah yang memberikan kehidupan di dunia ini.

Salam hormat dan penuh cinta,
penulis kalender kehamilan




Suprih Rustanto

Bukti Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Perlukah?

Pola Makan Ibu Hamil Saat Puasa Ramadhan
Pengaturan pola makan ibu hamil yang berpuasa di bulan Ramadhan, haruslah dilakukan secara cermat. Intinya adalah asupan nutrisi yang biasanya dilakukan siang hari diganti menjadi malam hari supaya kebutuhan nutrisi ibu dan janin tetap terpenuhi.

Seperti sudah dijelaskan, berpuasa saat hamil tidak akan mengganggu asupan nutrisi untuk janin. Pasalnya, tubuh ibu akan tetap memberikan nutrisi pada janin meski siang hari tidak masuk makanan dan minuman. Tubuh ibu akan menggunakan cadangan nutrisinya. Nanti, saat nutrisi masuk kembali ketika berbuka, maka cadangan nutrisi ini akan tergantikan. Untuk itu, di malam hari, ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikut panduan pengaturan pola makan saat sahur dan berbuka di bulan Ramadhan agar puasa lancar dan ibu serta janin tetap sehat.



Saat Sahur


  • Atur  waktu bangun sahur, agar tidak terburu-buru dalam mempersiapkan masakan dan makan sahur. Jika semua dilakukan dengan tidak terburu-buru, maka sahur akan berjalan dengan baik.
  • Pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu banyak mengkonsumsi daging karena banyak mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
  • Upayakan juga makanan yang kaya akan vitamin C dan mineral seng (zink) untuk menjaga vitalitas tubuh.
  • Jangan mengkonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin syok.
  • Hindari makanan yang terlalu pedas karena akan membuat pencernaan terasa tidak nyaman. Hindari pula makanan yang terlalu asin karena akan membuat ibu cepat haus.
  • Usahakan makan sahur menjelang waktu imsak (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya).
  • Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa, minum air putih  selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.
  • Jangan lupa minum suplemen atau obat yang diresepkan dokter. Misalnya, suplemen asam folat untuk menghindari kecacatan janin.


Saat Berbuka


  • Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu juga tetap harus membatasi makanan dan minuman manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  • Lanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau kurma.
  • Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar dapat membuat tubuh ibu menjadi lemas. Karena itu makan secukupnya saja.
  • Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit. Ibu bisa minum susu kehamilan, air putih, suplemen, makan puding, kue kering, buah dan lainnya.
  • Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.
  • Beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari dalam pola makan ibu hamil waktu puasa adalah : makanan yang terlalu pedas, asam, bersoda, dan mengandung banyak lemak karena akan dapat memicu mual, minuman dingin karena dapat memicu kembung, juga makanan terlalu asin.



Tips Penting Lainnya


Ibu hamil tentu dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda dengan saat tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus mengenai pola makan ibu hamil selama puasa agar puasa yang sedang dijalankan dapat benar-benar menjadi sebuah ibadah dan juga tetap menjadikan kehamilan senantiasa sehat.
  • Pertama dan paling penting, konsultasikan pada dokter ibu, yang lebih mengetahui riwayat dan keadaan kehamilan ibu.
  • Prinsip terpenting dalam pola makan ibu hamil saat puasa adalah nutrisi seimbang dan cairan yang cukup (minimal 2 liter air antara buka sampai sahur). Minum air, susu dan jus buah sebelum imsak.
  • Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang ibu konsumsi, yaitu 50% karbohidrat, 25% lemak baik, serta 10-25% protein dan mineral.
  • Diet tinggi serat, sayuran, buah, protein (ikan, kacang-kacangan, dan lain-lain).
  • Hindari garam dan gula berlebihan, dan juga kafein (kopi).
  • Istirahat cukup dan beraktivitas dengan bijak sesuai kondisi tubuh.
  • Perhatikan kenaikan berat badan ibu. Jika selama puasa berat badan justru menurun, ibu perlu memperbaiki menu makanan ketika sahur dan berbuka.
  • Periksa kehamilan sesuai jadwal. Jika ibu merasa ada perubahan yang berbeda, seperti penurunan bobot tubuh atau bila gerakan bayi dalam kandungan tidak seaktif biasanya, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Beberapa tanda waspada / yang harus diperhatikan : kurangnya gerakan janin pada malam hari; kontraksi prematur; mual/muntah; sakit saat buang air kecil; demam; nyeri pinggang; lemas; kelelahan; pusing; dan sakit kepala.
  • Segera batalkan puasa jika ibu mengalami : muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan dehidrasi, diare yang diikuti dengan rasa mulas yang melilit; mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil; lemas, pusing diikuti dengan mata berkunang-kunang pertanda hipoglikemia, dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi; keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.
Bila semua hal mengenai pola makan ibu hamil saat puasa diatas dipraktikkan dengan benar, walau ibu berpuasa penuh selama bulan Ramadhan, maka kesehatan ibu dan janin akan terjaga. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.


Friday, January 5, 2018

Bukti Menyusui Saat Hamil, Bolehkah?

Menyusui Saat Hamil
Direncanakan atau tidak, kehamilan bisa saja terjadi saat wanita masih dalam kondisi menyusui. benyak yang berpikir bahwa kegiatan menyusui harus dihentikan sebab janin yang ada di dalam perut juga bayi yang masih menyusui tentu akan  “bersaing” mendapatkan gizi dari sang ibu. Selain itu, keselamatan bayi yang ada di dalam janin juga adipertaruhkan. Hal ini tentu menjadi dilema berat sebab ASI juga sangat penting bagi bayi. Bagaimana dunia medis juga agama melihat hal ini?

Tandem Nursing

Kegiatan menyusui saat hamil dikenal juga dengan istilah Tandem Nursing. Banyak yang berpendapat hal ini sangat berbahaya bagi janin, ibu dan juga bayi yang sedang disusui. Namun berdasarkan penelitian medis, Tandem Nursing relatif aman dan tidak berbahaya selama ibu mematuhi beberapa rambu-rambu terutama pemenuhan gizi selama melakukan Tandem Nursing. Terkait hal ini, berikut poin-poin yang harus diluruskan:
  1. Menyusui saat hamil bisa membuat rahim berkontraksi dan berakibat pada keguguran. Dasara pemahama ini adalah pada saat menyusui hormone bernama oksitosin turut diproduksi. Hormon ini memang menyebabkan kontraksi di bagian payudara juga rahim ibu. Akan tetapi, kontraksi tersebut tidak berpengaruh secara signifikan bagi janin yang dikandung oleh ibu yang menyusui. Kontraksi rahim pada saat menyusui sama dengan kontraksi rahim saat berhubungan intim dengan suami, dan tidak mengakibatkan keguguran. Meski demikian, ibu yang melakukan Tandem Nursing juga harus hati-hari. Jika pada bagian rahim terasa nyeri maka jauh lebih baik jika ibu mengehentikan kegiatan menyusui.
  2. Alasan kedua mengapa kegiatan menyusui saat hamil tidak dibolehkan adalah kekhawatiran akan gizi yang kurang. Hal ini memang ada benarnya, namun jika ibu bisa memenuhi kebutuhan super extra gizinya, mengaoa tidak? Tandem Nursing memerlukan asupan makanan yang penuh dengan protein dan juga karbohidrat. Jumlahnya lebih tinggi lagi dari biasanya sebab ada janin dan bayi menyusui. Sementara ini, kalsium dan kebutuhan vitamin juga harus diperhatikan. Kombinasikan suplemen dan juga makanan alami adalah taktik terbaik.
  3. Hal lain yang membuat orang menghidari Tandem Nursing adalah isu ASI basi. Hal ini tidak benar sama sekali. Tidak ada ASI yang basi. Yang ada adalah semakin meningkatnya usia kehamilan maka produksi air susu ibu juga akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan kadar hormone estrogen sang ibu juga semakin meningkat. Hal ini juga menyebabkan rasa ASI sedikit berubah dan bayi yang menyusui kemungkinan besar akan memilih berhenti menyusui dengan sendirinya. Jadi poinnya adalah teruskan menyusui sampai bayi sendiri yang memilih berhenti.
Boleh, Asal..

Menyusui saat hamil bukan hal yang tidak diperbolehkan baik itu secara medis maupun agama. Bagi umat islam, tandem nursing disebut dengan istilah Al-Ghiilah. Rasulullah pada mulanya ingin melarang hal tersebut namun ketika Beliau melihat bangsa Romawi dan juga Persia melakukan hal tersebut dan tidak terjadi apa-apa, maka Rasulullah pun membolehkannya. Dalam dunia medis, tandem nursing bisa dilakukan jika ibu memang siap untuk itu.

Pada saat hamil, banyak ibu yang mersakan fisik dan psikisnya lelah. Ia kadang mengalami morning sickness dan merasa tak nyaman sepanjang hari. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya ibu tidak membebani diri dengan kegiatan menyusui sebab kualitas ASI juga sangat bergantung pada kualitas emosional sang ibu. Selain itu, menyusui saat hamil sangat rawan dengan dehidrasi. Jumlah cairan yang harus dicukupi mencapai angka 2.500-3000 cc per harinya. Jika ibu tinggal di lingkungan yang cenderung panas, maka jumlah tersebut tentu lebih banyak lagi. Ibu yang menyusui saat hamil harus sering minum. Jangan tunda terutama jika Anda sudah merasa kehausan. Baiknya, jika hendak menyusui, minumlah segelas air atau jus. Setelah menyusui, lakukan hal yang sama.

Hal lain yang tak kalah penting adalah menciptakan suasana rileks dan nyaman dim omen menyusui saat hamil. Jangan stress dan juga tergesa-gesa. Mulai dari payudara kanan dan setelah 15 menit misalnya, pindahkan bayi ke payudara kiri. Untuk lebih akuratnya, jauh lebih baik jika ibu hamil berkonsultasi dengan dokter kandungan sebab kondisi masing-masing ibu yang menyusui berbeda.

Bukti Menyusui Saat Hamil, Bolehkah?

Diare pada ibu hamil dapat terjadi karena banyak penyebab. Selain karena pengaruh hormon, konsumsi susu kehamilan yang tidak cocok (mengandung banyak laktosa) juga bisa membuat sistem pencernaan jadi tidak normal. Diare sering dikeluhkan terutama oleh ibu hamil muda di awal masa kehamilannya. Diare bisa menjadi sumber masalah serius. Hilangnya cairan tubuh atau dehidrasi yang terus menerus akibat diare misalnya, bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Menyadari hal tersebut, penanganan diare dengan pemberian obat diare untuk ibu hamil perlu segera dilakukan.

Obat Diare untuk Ibu Hamil Alami

Menyadari bahwa selama kehamilan seorang ibu hamil tak boleh minum obat sembarangan, maka kita harus memilih dan menggunakan obat diare yang sekiranya minim risiko. Bagi ibu hamil ada beberapa obat diare tradisional yang bisa dicoba karena aman dan tidak menimbulkan efek samping. Apa saja obat diare untuk ibu hamil tersebut? Silakan simak uraian berikut ini.

Obat Diare untuk Ibu Hamil

1. Jambu Biji

Sudah banyak orang yang membuktikan keampuhan daun jambu biji dalam mengatasi masalah diare. Bagi ibu hamil, obat ini juga aman dan bisa dikonsumsi karena terbuat dari bahan tradisional. Pilihlah 7 lembar daun jambu biju muda, tumbuk, peras dengan ditambah air hingga mencapai 1/2 gelas dan berikan sedikit garam. Minum ramuan ini 2 kali sehari selama diare Anda masih belum sembuh.

Obat Diare untuk Ibu Hamil

2. Akar Jeruk Nipis

Obat diare untuk ibu hamil selanjutnya adalah akar jeruk nipis. Meski mungkin lebih sukar ditemukan, bahan obat herbal satu ini memiliki khasiat yang luar biasa dalam meredakan masalah pencernaan Anda. Saya pernah beberapa kali membuktikan keampuhannya. Cara membuatnya juga tergolong cukup mudah, yaitu siapkan 8 akar jeruk nipis yang sudah dicuci bersih, rebus dalam 12 gelas air hingga tersisa 8 gelas, biarkan hingga dingin, kemudian saring. Minum ramuan ini setiap pagi dan sore hingga diare yang diderita berangsur mereda.

3. Kunyit

Selain dapat digunakan sebagai obat maag untuk ibu hamil, kunyit juga bisa dimanfaatkan dalam penyembuhan diare. Caranya membuatnya yaitu siapkan kunyit ½ jari, kapur sirih 1 sendok, dan satu gelas air. Bersihkan kunyit dari tanah dan cuci sampai bersih, rebus dalam 1 gelas air hingga tersisa 1/3nya, tambahkan kapur sirih, aduk rata, dan setelah dingin, saring air tersebut, kemudian minum hingga habis. Ulangi treatmen ini 3 kali sehari hingga diare yang Anda derita benar-benar sembuh.

Obat Diare untuk Ibu Hamil

4. Larutan Oralit

Larutan oralit adalah obat diare untuk ibu hamil yang paling ampuh. Larutan ini bisa menggantikan elektrolit yang hilang bersama cairan yang keluar lewat air besar yang terbuang. Anda bisa membuat larutan oralit sendiri dengan mencampurkan 1 sendok garam dan 1 sendok gula puih dalam segelas air.
Cara meminum larutan oralit yang benar: Minum sedikit demi sedikit, 2 sampai 3 kali tegukan. Lalu berhenti, setelah 3 menit ulangi lagi, begitu terus sampai habis.

5. Air Kelapa

Air kelapa juga bisa menjadi obat diare untuk ibu hamil. Air kelapa memiliki kandungan elektrolit alami yang bisa mengganti ion tubuh yang hilang selama diare. Jika sulit menemukan air kelapa, Anda juga bisa menggantinya dengan Pocari Sweat. Pocari Sweat untuk ibu hamil cukup aman dan tidak menimbulkan risiko apapun.

Obat Diare untuk Ibu Hamil
Nah, itulah 5 obat diare untuk ibu hamil yang mungkin bisa Anda coba. Kelima pilihan obat tradisional tersebut tentu mudah kita temukan di sekitar rumah. Jika ingin diare Anda lekas sembuh, perbanyak pula konsumsi makanan yang kaya serat dan air putih.

Bukti Menyusui Saat Hamil, Bolehkah?

Trimester Kehamilan
12 3
Kehamilan 8 Minggu
Kehamilan 8 Minggu
by 3dpregnancy.parentsconnect.com
Kehamilan 8 minggu akan ada perubahan pada bayi mungil anda yang tadinya menyerupai kecebong kecil, sekarang mulai tampak sedikit lebih menyerupai manusia.

Perkembangan sang bayi pada kehamilan 8 minggu ini
termasuk:

Pertumbuhan kelopak mata , telinga, bibir atas dan ujung hidungnya yang menggemaskan mulai terbentuk. minggu ke 8 ini juga pada sang bayi akan tumbuh jari.

Jantung kecil bayi telah dipisahkan menjadi empat ruang yang berbeda dan untuk minggu ke 8 ini Jantung benar-benar berdetak dengan kecepatan 150 denyut per menit.

Bayi Anda sekarang lebih panjang sedikit, Yaitu 1,3 cm seukuran batu di cincin pertunangan Nicole Richie.

Bagaimana keadaan ibu pada kehamilan 8 minggu?
Ibu tahu bahwa sang ibu memerlukan vitamin prenatal untuk menjamin pertumbuhan dan gizi yang tepat untuk si kecil, namun setiap kali Anda menelan vitamin-vitamin tersebut, tiba-tiba saja sang ibu pusing atau sedikit mual, jika hal ini terjadi, jangan panik:

Pertama, coba popping vitamin prenatal pada malam hari atau dicampur dengan makanan menu ibu hamil. Agar makanan di perut Ibu dapat membantu menyerap kandungan nutrisi vitamin.

Zat Besi sangat penting, tetapi hal ini sering menjadi penyebab mual. Tanyakan dokter anda tentang vitamin dengan zat besi yang sedikit, atau cobalah dengan dilarutkan dengan air.

Jika Anda masih ingin muntah setelah itu, periksakanlah dan mintalah resep apakah dokter kandungan ibu bisa memberi resep vitamin yang secara khusus diformulasikan untuk wanita dengan mual parah.

Apa yang bisa Ibu lakukan di kehamilan 8 minggu ini?

Mulai berpikir untuk mencari profesional medis yang akan membantu ibu melalui semua permsalahan kehamilan ini, bisa saja orang tersebut adalah dokter kandungan Anda atau bidan setempat. Ini adalah salah satu keputusan terpenting yang akan Ibu buat, sehingga ibu dengan leluasa untuk konsultasi.

Saat Ibu sedang mencari pendamping medis profesional, mengapa tidak mempertimbangkan menemukan kelas yoga prenatal atau kelas kebugaran, atau kelas gizi yang mengkhususkan diri dalam kehamilan.

Buatlah Jadwal pijat kehamilan atau wajah sekarang di kalender kehamilan. Jika ibu menyukai kedua hal tersebut, pertimbangkan untuk membeli dengan paketan, karena biasanya ibu akan sering mendapatkan diskon ketika memesan beberapa sekaligus-dan kemudian menggunakan jasa mereka selama kehamilan.
Baik dari kehamilan 8 minggu ini dan kehamilan bulan-bulan yang akan datang.

Bukti Menyusui Saat Hamil, Bolehkah?

Tanda dan Gejala Ketuban Pecah Dini dan Penanganannya
Sangat penting bagi seorang Ibu hamil untuk tahu mengenai tanda dan gejala ketuban pecah dini dan penanganannya. Jika tiba-tiba ada cairan merembes keluar dari vagina, bisa jadi itu adalah tanda dan gejala ketuban pecah dini. Janganlah panik, yang penting Ibu harus segera ke rumah sakit.

Umumnya, ketuban pecah pada akhir kala 1 atau awal kala 2 saat pembukaan lengkap pada proses persalinan. Namun bila air ketuban yang berwarna putih agak keruh itu tiba-tiba menyembur keluar dari liang vagina terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu, atau sebelum pembukaan mulut rahim 4 cm, atau sebelum adanya tanda-tanda persalinan, kondisi itu disebut Premature Rapture of Membranes (PROM) alias Ketuban Pecah Dini (KPD).

KPD sering terjadi secara tidak terduga dan tidak disertai dengan tanda-tanda awal, sehingga banyak Ibu hamil yang kaget saat mengalaminya. Meski tidak ada data pasti, namun sekitar 10% kehamilan mengalami KPD.

Kantung ketuban berdinding tipis dan berisi cairan dan janin. Air ketuban akan melindungi janin dan tali plasenta (yang berfungsi untuk memberi makanan ke janin) dari kekeringan. Suhu yang tetap dan hangat di dalam air ketuban memberikan tempat yang nyaman bagi janin untuk bertumbuh. Air ketuban juga akan melindungi janin dari benturan yang mungkin terjadi.

Adapun penyebab KPD, sebagian besar berkaitan dengan infeksi, seperti : infeksi kuman atau bakteri. Infeksi ini ada hubungannya dengan dunia luar dan dalam, antara vagina dengan rahim. Ketika daerah vagina tidak bersih, misalnya karena keputihan atau karena sering menahan pipis, kuman naik ke rahim dan terjadilah infeksi yang menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis dan mudah pecah.

Selain itu, faktor risiko terjadinya KPD adalah kelelahan, stres, hubungan seksual yang tidak terjaga kebersihannya, kehamilan kembar, trauma (misal, pernah jatuh), perdarahan selama trimester 2 dan 3 yang terjadi pada jalan lahir, serta kelainan mulut rahim.


Prinsip Lebih Cepat Lebih Baik Dalam Penanganan Masalah Ketuban Pecah Dini


Bukan bermaksud menakut-nakuti, bagaimanapun Ibu perlu tahu akibat dari ketuban pecah dini (KPD), yaitu keguguran, janin terlilit tali pusat, dan kelahiran prematur. Apalagi, tidak seperti keguguran, biasanya ketika terjadi KPD, Ibu tidak merasakan sakit, semisal mulas atau pegal-pegal. Tiba-tiba saja Ibu merasakan ada cairan yang merembes melalui vagina. Itulah mengapa, ketika Ibu mengalami KPD, tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali segera ke rumah sakit atau menemui dokter kandungan. Semakin cepat kondisi Ibu ditangani, semakin kecil risiko terjadinya komplikasi, seperti : infeksi kuman dari luar, persalinan prematur atau kurang bulan, gangguan peredaran darah atau tali pusat yang bisa berakibat fatal pada janin.

Selain itu, bila air ketuban terus menerus keluar, tentu volumenya akan berkurang dari jumlah yang dibutuhkan atau bahkan habis. Jumlah air ketuban yang sedikit atau habis sangat berbahaya bagi janin. Jika ketuban sedikit akan terjadi penekanan pada bayi. Akibatnya, organ bayi akan mengalami masalah, bisa tangan bayi menjadi bengkok, atau kakinya yang bengkok.


Ketuban Pecah Dini Apakah Harus Selalu Dilahirkan?


Penanganan ketuban pecah dini (KPD) sangat bergantung pada kondisi Ibu dan kehamilannya, termasuk janin dan cairan ketuban. Bila ketuban pecah dini terjadi di usia kehamilan yang cukup bulan, maka dokter akan menunggu 8 jam untuk memantau kondisinya. Bila tidak ada kemajuan dan air ketuban tetap keluar, dokter akan mengambil tindakan induksi.

Begitu pun jika terjadi infeksi dan cairan ketuban habis sama sekali, dokter akan segera mengeluarkan bayi dengan jalan operasi. Masalahnya, jika janin masih terlalu kecil, kelahiran sudah pasti akan berisiko tinggi, antara lain karena paru-parunya belum matang sehingga Dia belum mampu untuk bernapas secara normal di luar rahim. Pada kasus ini, Ibu sebaiknya mencari rumah sakit dengan fasilitas perawatan bayi kecil (NICU) yang baik karena butuh tiga hari bagi bayi untuk pematangan paru-parunya.

Tentu penanganan ketuban pecah dini (KPD) tidak selalu harus dengan jalan mengeluarkan bayi. Bila usia kehamilan Ibu kurang bulan, misalnya baru enam bulan, jumlah cairan ketuban masih cukup banyak, dan tidak terindikasi infeksi, dokter akan melakukan tindakan konservatif, yaitu menahan janin agar tetap berada di dalam rahim. Ibu tidak perlu khawatir karena tindakan ini tidak akan berdampak buruk pada janin.

Selain proses penantian kelahiran ini, dokter akan memberikan obat-obatan dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Selama perawatan ini, Ibu juga harus beristirahat total, tidak boleh melakukan aktivitas berat dan bebaskan pikiran dari hal-hal yang dapat membuat Ibu menjadi stres.

Dokter juga akan menyarankan Ibu untuk menjaga pola makan sehat. Konsumsilah banyak buah dan minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Bila saran ini Ibu jalani, maka selaput ketuban yang terbuka atau robek akan menutup kembali dan air ketuban dapat berproduksi lagi.

Bila dalam penantian usia kehamilan hingga cukup bulan ini air ketuban tetap mengalir keluar, tidak ada jalan lain, dokter akan melakukan pengakhiran kehamilan dengan tindakan operasi untuk mengeluarkan janin, sekalipun berisiko prematur. Tapi, biasanya ketuban pecah dini terjadi pada kehamilan cukup bulan sehingga harus dilahirkan segera.